Berita

Workshop Ekonomi Biru ASEAN-India ke-4 pada Kamis (15/12)/Net

Dunia

Tingkatkan Kerjasama Pembangunan Berkelanjutan, India dan Indonesia Gelar Workshop Ekonomi Biru ke-4

MINGGU, 18 DESEMBER 2022 | 15:46 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menyoroti pentingnya kerjasama pembangunan berkelanjutan dan konektivitas, India menggandeng anggota ASEAN, yakni Indonesia untuk menggelar workshop Ekonomi Biru ke-4.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arindam Bagchi dalam twitter pribadinya mengatakan acara itu digelar selama dua hari.

"India dan Indonesia menyelenggarakan Lokakarya Ekonomi Biru ASEAN-India ke-4 pada 15-16 Desember bersama @RIS_NewDelhi, @nmfindia & @ERIAorg," cuitnya seperti dimuat ANI News pada Kamis (15/12).


Dalam pidatonya, Sekretaris Duta Besar Saurabh Kumar mengatakan workshop ekonomi biru menjadi bagian dari upaya India untuk meningkatkan kemitraan strategisnya dengan ASEAN di bidang ekonomi berkelanjutan.

"India dan ASEAN mengambil langkah untuk meningkatkan kerja sama Ekonomi Biru sebagai Mitra Strategis Komprehensif," ujarnya.

Dikatakan Saurabh, workshop tersebut juga digelar untuk menyambut ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) yang merupakan salah satu prioritas kerja sama maritim dan dapat membantu mendorong kerja sama maritim antara ASEAN dan India.

Lebih lanjut, Saurabh mengatakan workshop ekonomi biru ini, digelar untuk memperkuat jaringan ASEAN dalam memerangi IUU Fishing (AN-IUU) dan kontribusi adopsi Deklarasi Bangkok tentang Pemberantasan Sampah Laut dan Kerangka Aksi ASEAN.

Lembaga terkait yang ikut dalam diskusi interaktif dalam konteks ekonomi biru termasuk National Maritime Foundation, Pusat Biologi Laut Phuket, Pusat Studi dan Dialog, Pembangunan Berkelanjutan ASEAN (ACSDSD) dan Pusat Koordinasi Bantuan Kemanusiaan ASEAN untuk manajemen bencana (AHA Centre).

Edisi terakhir workshop ekonomi biru ASEAN-India berlangsung di Thailand pada September 2019, yang membahas tentang promosi ekonomi biru yang berkelanjutan melalui pemanfaatan sumber daya laut yang berkelanjutan, termasuk akuakultur.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

Kebijakan WFH Sehari Tunggu Persetujuan Presiden

Kamis, 26 Maret 2026 | 12:03

Tito Pastikan Skema WFH Sehari Tak Hambat Layanan Pemda

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:55

Purbaya Guyur Dana Lagi Rp100 Triliun ke Bank Himbara

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:45

Efisiensi Anggaran Harus Terukur dan Terarah

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:33

Pengamat Soroti Pertemuan Anies, SBY, dan AHY: CLBK Jelang 2029

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:22

Prabowo Tambah 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp239 Triliun

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:16

Efisiensi Energi Jangan Korbankan Pendidikan lewat Pembelajaran Daring

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:11

Emas Antam Mandek, Buyback Merosot ke Rp2,49 Juta per Gram

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:01

Akreditasi Dapur MBG Jangan Hanya Formalitas

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:00

KSP: Anggaran Pendidikan Tak Dikurangi

Kamis, 26 Maret 2026 | 10:58

Selengkapnya