Berita

Kamp pengungsi Surih di Lebanon/Net

Dunia

PBB: 90 Persen Keluarga Pengungsi Suriah di Lebanon Membutuhkan Bantuan

SABTU, 17 DESEMBER 2022 | 15:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah kondisi hidup yang sulit,  90 persen keluarga pengungsi Suriah di Lebanon membutuhkan bantuan kemanusiaan untuk bertahan hidup.

Badan Pengungsi PBB, Program Pangan Dunia, dan Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) dalam pernyataan bersama menggemakan agar bantuan yang lebih kuat lagi demi menyelatkan para pengungsi.

"Hampir 87 persen keluarga mencantumkan makanan sebagai prioritas utama mereka diikuti oleh perumahan dan perawatan kesehatan," kata pernyataan itu.


Para pengungsi berusaha menghemat biaya perawatan kesehatan dan pendidikan dan memfokuskan untuk pembelian makanan.

Anak-anak dan remaja Suriah adalah yang paling terpengaruh oleh krisis ekonomi Lebanon, tambah pernyataan PBB itu.

Sebanyak 60 persen anak-anak pengungsi Suriah berusia antara enam dan 14 tahun bersekolah secara teratur pada tahun 2022, dengan tingkat kehadiran turun menjadi delapan persen untuk remaja yang lebih tua di tingkat sekolah menengah atas. Tingkat kehadiran yang menurun dipicu oleh dorongan untuk membantu orangtua mencari nafkah.

"Selain itu, gizi anak-anak dipertaruhkan, dengan kurang dari separuh bayi di bawah usia lima bulan disusui secara eksklusif, dan hanya 11 persen yang memenuhi jumlah minimum makanan dan kelompok makanan per hari," kata PBB.

Perwakilan WFP dan Direktur Negara di Lebanon  Abdallah Al-Wardat mengatakan hal yang sama bahwa tingkat ketahanan pangan bagi pengungsi di Lebanon sangat mengkhawatirkan.

Ia berterima kasih kepada para dermawan dan donatur yang sampai saat ini terus setia membantu.  Ia mengatakan, WFP  mendukung satu dari setiap tiga orang yang membutuhkan.

"Kami memberikan bantuan tunai, bingkisan makanan dan makanan ringan sekolah, dan mendukung kegiatan mata pencaharian di seluruh Lebanon," katanya.

Para pengungsi yang rentan masih membutuhkan banyak bantuan. WFP berharap dukungan untuk mereka terus berjalan, "termasuk dukungan kepada institusi Lebanon untuk menyediakan layanan dasar yang berkelanjutan," tambahnya.

Pernyataan Jumat datang di tengah melonjaknya tingkat kemiskinan di seluruh Lebanon, dengan 80 persen rumah tangga negara berpenghasilan kurang dari 377 dolar AS per bulan, menurut laporan Human Rights Watch baru-baru ini.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Pelita Air Libatkan UMKM Binaan Pertamina dalam PAS Sky Shop

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:59

Seluruh SPPG Wajib Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:50

19 Juta Tenaga Kerja dan Upsysteming UMKM

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:25

Jokowi dan Pratikno Dituding Bungkam UI Lewat PP 75/2021

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:59

Polisi Ringkus 25 Pelaku Curanmor di Bekasi

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45

Film Dokumenter “Pesta Babi” Jangan Memperkeruh Keadaan di Papua

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:23

Melupakan Laut, Menggadaikan Masa Depan!

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:57

Polda Jambi Bongkar Peredaran Sabu dan "Vape Yakuza" Senilai Rp25,9 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:38

Dishub kota Semarang Gencarkan Sosialisasi ke Bus AKAP

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:19

Grace Natalie: Saya Nggak Pernah Punya Masalah dengan Pak JK

Selasa, 12 Mei 2026 | 00:57

Selengkapnya