Berita

Dunia

Berbagi Informasi Lokasi dan Data Pribadi, Beberapa Akun Jurnalis AS Diblokir Twitter

JUMAT, 16 DESEMBER 2022 | 13:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Twitter menangguhkan akun beberapa jurnalis yang baru-baru ini meliput tentang platform media sosial itu beserta pemilik barunya, Elon Musk.

Menurut Musk, akun para jurnalis itu diblokir karena mereka telah berbagi informasi pribadi tentang dirinya. Melalui cuitan terbarunya, Musk mengatakan, peraturan yang melarang penerbitan informasi pribadi atau doxxing berlaku untuk semua, termasuk jurnalis.

"Sama seperti orang lain, aturan doxxing juga berlaku untuk jurnalis," cuit Musk.


"Setiap akun yang melakukan doxxing info lokasi real-time siapa pun akan ditangguhkan, karena itu merupakan pelanggaran keamanan fisik," katanya lagi. "Ini termasuk memposting tautan ke situs dengan info lokasi real-time."

Doxxing mengacu pada pengungkapan identitas, alamat, atau detail pribadi seseorang secara online.

Di antara akun jurnalis yang ditangguhkan adalah akun reporter Washington Post Drew Harwell (@drewharwell), yang menulis di platform media sosial Mastodon bahwa dia baru-baru ini menulis tentang Musk dan memposting tautan ke "data yang diperoleh secara legal dan tersedia untuk umum."

Juga ada akun reporter yang bekerja untuk The New York Times, Washington Post, CNN, Voice of America, dan publikasi lainnya.

Akun-akun itu telah melacak penerbangan jet pribadinya menggunakan data yang tersedia untuk umum. Itu juga menyebabkan Twitter mengubah aturannya bagi semua pengguna untuk melarang berbagi lokasi orang lain saat ini tanpa persetujuan mereka.

"Mengkritik saya sepanjang hari sama sekali tidak masalah, tetapi melakukan doxxing lokasi real-time saya dan membahayakan keluarga saya, tidak!" kata Musk.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya