Berita

Tentara berjaga-jaga setelah membersihkan penghalang jalan menuju bandara, yang dibuat oleh para pendukung Presiden Peru terguling Pedro Castillo di Arequipa, Peru, Rabu, 14 Desember 2022/Net

Dunia

Peru Masih Bergolak, Pemerintah Berlakukan Keadaan Darurat

KAMIS, 15 DESEMBER 2022 | 12:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Peru masih terus bergejolak di tengah protes keras terhadap penggulingan mantan presiden Pedro Castilo, mendorong pemerintah memberlakukan keadaan darurat nasional pada Rabu (14/12).

Pengumuman keadaan darurat dikeluarkan saat hakim memerintahkan Castillo untuk tetap di penjara atas tuduhan pemberontakan dan konspirasi. Memberikan polisi wewenang untuk membatasi kebebasan termasuk hak untuk berkumpul dan jam malam.

"Kami telah sepakat untuk mengumumkan keadaan darurat di seluruh negeri, karena tindakan vandalisme dan kekerasan," kata Menteri Pertahanan Boluarte Alberto Otarola kepada wartawan, seperti dikutip dari Reuters.


"Ini membutuhkan tanggapan yang kuat dari pemerintah," katanya.

Protes dipicu oleh penggulingan Castillo pada 7 Desember. Castillo, seorang sayap kiri yang terpilih pada 2021, ditangkap setelah secara ilegal mencoba membubarkan Kongre.

Jaksa mengatakan mereka sedang berusaha meluncurkan penahanan praperadilan untuk Castillo setidaknya 18 bulan. Mahkamah Agung  mempertimbangkan permintaan tersebut tetapi kemudian menangguhkannya hingga Kamis.

Untuk meredakan ketegangan, presiden baru, Dina Boluarte, pada Minggu (11/12) memerintahkan agar pemilu dimajukan ke Desember 2023. Namun, itu tidak menenangkan pendukung Castillo yang menuntut pembebasannya dan pemilihan presiden segera.

Para pengunjuk rasa memblokade jalan raya, membakar gedung-gedung dan menyerbu bandara. Setidaknya delapan orang dilaporkan tewas selama bentrokan.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya