Berita

Dunia

Cegah Kanker Serviks, India Siap Luncurkan Vaksin HPV pada 2023

KAMIS, 15 DESEMBER 2022 | 06:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Vaksin Human Papillomavirus (HPV) buatan India yang digunakan untuk melawan kanker serviks pada anak perempuan dalam kelompok usia 9-14 tahun dilaporkan akan dimasukkan ke dalam Program Imunisasi Nasional negara itu pada pertengahan 2023.

Pengumuman penggunaan vaksin yang diberi nama CERVAVAC itu disampaikan kepala Kelompok Penasehat Teknis Nasional Imunisasi (NTAGI), Narendra Arora.

"Vaksin tersebut telah menerima persetujuan DCGI dan disetujui oleh NTAGI untuk digunakan dalam program kesehatan masyarakat," kata Arora, seperti dikutip dari NDTV.


Lebih jelas Direktur Urusan Pemerintah dan Peraturan Prakash Kumar Singh mengatakan di sela-sela pertemuan Asia Selatan tentang HPV bahwa vaksin buatan lokal India itu akan diluncurkan pada April 2023.


"CERVAVAC kemungkinan akan diluncurkan oleh Serum Institute of India (SII) pada April tahun depan dan akan tersedia dengan harga yang jauh lebih rendah daripada vaksin internasional yang tersedia di pasar," kata Kumar Singh.

India saat ini sangat tergantung pada produsen asing untuk vaksin tersebut. Tiga perusahaan asing tercatat memproduksi vaksin HPV dimana dua perusahaan menjual vaksin mereka di India.

Setiap dosis suntikan yang tersedia saat ini di pasaran berharga lebih dari 4.000 rupee (sekitar 755 ribu rupiah). Vaksin Serum Institute kemungkinan akan tersedia dengan harga yang jauh lebih rendah.

Pada September 2022, CEO SII Adar Poonawalla mengatakan vaksin HPV akan tersedia di India dengan harga terjangkau antara Rs 200-400 (37-75 ribu rupiah) per dosis.

India adalah rumah bagi sekitar 16 persen wanita dunia dan menyumbang sekitar seperempat dari seluruh kasus kanker serviks dan mengalami hampir sepertiga dari kematian akibat kanker serviks global.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya