Berita

MV Maendeleo Zanzibar, yang dibangun di Jepang pada tahun 1980/Net

Dunia

Zanzibar Jual MV Maendeleo yang Sedang Diperbaiki untuk Memotong Kerugian

RABU, 14 DESEMBER 2022 | 16:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kapal bersejarah MV Maendeleo tidak lagi menjadi milik Zanzibar setelah pemerintah menjjualnya kepada pihak yang dirahasiakan.

Kapal penumpang dan cargo yang telah melewati masa keemasan itu mengalami kerusakan dan harus diperbaiki.

Kementerian Perhubungan mengatakan, kapal itu diperbaiki di galangan kapal kering di Mombasa, Kenya, dengan menghabiskan biaya 1,5 juta dolar AS. Kemudian dijual dengan harga 230.000 dolar AS saat perbaikan belum benar-benar selesai.


"Pemerintah memutuskan untuk tidak melanjutkan perbaikan tetapi menjual kapal tersenut  MV Maendeleo" kata Kementerian, menambahkan itu terpaksa dilakukan untuk menghindari kerugian.

Nilai kapal telah merosot dari 500.000 dolar AS menjadi 370.000 dolar AS.

Pada masa jayanya, MV Maendeleo biasa melintasi rute Dar es Salaam-Zanzibar-Pemba. Itu memiliki kapasitas untuk mengangkut 600 penumpang dan 697 ton kargo sekaligus.

Mei lalu, Zanzibar Shipping Corporation mengumumkan penjualan tiga kapal — MV Maendeleo , MV Ukombozi dan MV Mapinduzi II. Namun, dua kapal lainnya itu tidak diketahui nasib atau keberadaannya.

Perusahaan pelayaran milik negara di wilayah tersebut telah berjuang untuk mempertahankan armada mereka dan menghadapi persaingan dari operator swasta.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya