Berita

Dunia

Kremlin: Tiga Permintaan Zelensky ke Sekutunya Bakal Bikin Konflik Rusia-Ukraina Semakin Panjang

RABU, 14 DESEMBER 2022 | 08:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sejumlah tuntutan yang diajukan Presiden Ukraina Volodymir Zelensky di hadapan klub negara G7 terkait perangnya dengan Rusia mendapat kritikan dari Kremlin.

Menurut Moskow, apa yang diuraikan Zelensky hanya akan megakibatkan konflik berkepanjangan daripada menyelesaikannya.

"Tiga langkah yang didesak oleh Zelensky kepada para pendukung asing negara itu untuk membantu Kyiv akan mengakibatkan berlanjutnya permusuhan di negaranya," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Selasa, seperti dikutip dari RT.


“Itu adalah tiga langkah menuju aksi militer yang berkelanjutan,” ujarnya.

Zelensky menguraikan langkah-langkah tersebut kepada anggota klub negara G7 dalam pidato virtual pada Senin.

Langkah-langkah itu termasuk mengirimkan senjata yang lebih canggih ke Ukraina, seperti tank dan rudal jarak jauh, menyediakan tambahan 2 miliar meter kubik gas untuk melewati musim dingin, dan menggunakan diplomasi untuk membantu Kyiv mencapai tujuannya dalam konflik dengan Rusia.

Bagian terakhir mengacu pada 'formula perdamaian' sepuluh langkah yang dijelaskan Zelensky dalam pidato virtual di KTT para pemimpin G20 di Indonesia bulan lalu. Ini mengharuskan Rusia memenuhi sejumlah tuntutan Ukraina, termasuk melepaskan semua tanah yang dianggap Kiev berada di bawah kedaulatannya sendiri.

Saat itu Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan bahwa pidato Zelensky di G20 penuh dengan "retorika militan, Russophobia dan agresif" dan hanya menegaskan bahwa Kyiv tidak berniat melanjutkan pembicaraan damai.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya