Berita

Dunia

Dalam Dua Tahun Arab Saudi Habiskan Rp 21,9 Triliun di Sektor Militer

SELASA, 13 DESEMBER 2022 | 07:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sepanjang 2021-2022, Kerajaan Arab Saudi mengaku telah menghabiskan 5,1 miliar riyal (setara 21,9 triliun rupiah) sebagai insentif untuk meningkatkan sektor militer lokalnya.

Jumlah tersebut dikonfirmasi Gubernur Otoritas Umum Industri Militer (GAMI) Arab Saudi, Ahmed al-Ohali, Senin (12/12) waktu setempat.

Al-Ohali mengatakan bahwa insentif tersebut termasuk 3,3 miliar riyal yang diarahkan untuk penelitian dan pengembangan sepanjang tahun 2021 dan 2022.


"Sisa 1,8 miliar riyal didistribusikan ke perusahaan-perusahaan di sektor militer Kerajaan, termasuk Industri Militer Arab Saudi (SAMI)," katanya, seperti dikutip dari Al-Arabiya.

Dalam pidato video yang dibagikan akun Twitter resmi Badan Pers Saudi (SPA), Al-Ohali mengatakan bahwa sektor militer Kerajaan diharapkan menyumbang sekitar 95 miliar riyal ke PDB Arab Saudi pada tahun 2030.

CEO SAMI, Walid Abukhaled mengatakan perusahaannya akan fokus pada sistem tak berawak, radar, dan keamanan siber di tahun-tahun mendatang.

“Kerajaan memiliki anggaran pertahanan terbesar ketiga di dunia, sekarang menjadi yang kesembilan berkat rasionalisasi pengeluaran,” kata Abukhaled.

Sektor militer termasuk ke dalam Visi Saudi 2030 yang diluncurkan oleh Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Kerajaan pada tahun 2016 dalam upaya mengembangkan industri lokal untuk mendiversifikasi ekonomi negara dari minyak.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya