Berita

Presiden Serbia Aleksandar Vucic/Net

Dunia

Vucic: Banyak Kebohongan tentang Situasi di Kosovo

SENIN, 12 DESEMBER 2022 | 10:09 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemimpin Serbia mengimbau agar warganya yang berada di Kosovo untuk tetap tenang dan tidak termakan provokasi, menyusul kerusuhan  yang kembali meledak selama akhir pekan.

"Banyak kebohongan yang terdengar dari komunitas internasional tentang situasi di Kosovo utara," kata Presiden Aleksandar Vucic, pada Minggu malam (11/12) setelah pertemuan darurat Dewan Keamanan Nasional.

"Pertama-tama, dari aspek internasional, di mana Anda memiliki pemalsuan langsung, berita palsu tentang situasi di lapangan. Di lapangan, kami menghadapi perjuangan yang sulit dari rakyat Serbia hanya untuk bertahan hidup di perapian mereka," kata Vucic, seperti dikutip dari Kosovo-Online.


Ia kemudian menekankan agar Albania maupun Serbia sama-sama menjaga perdamaian dan menenangkan situasi.

"Kami telah mengambil tindakan yang sesuai untuk mempertahankan tanah air kami. Saya telah mengeluarkan perintah penting dan Dewan Keamanan Nasional telah menerimanya. Saya bangga dengan tentara dan polisi kami. Sebelum mereka menerima perintah untuk menaikkan tingkat kewaspadaan tempur, kami akan mencoba juta kali untuk menjaga perdamaian," katanya.

Vucic kemudian menyinggung penangkapan orang-orang yang tidak bersalah pada Sabtu, dan menekankan untuk segera membebaskan mereka.

Pada Sabtu, polisi Kosovo menahan Dejan Pantic, mantan polisi Serbia, di pos pemeriksaan Jarinje di perbatasan administratif antara Kosovo dan Metohija, dan pusat Serbia.

Sebagai tanggapan, sepanjang akhir pekan, penduduk Serbia mendirikan barikade, memblokir jalan-jalan utama dengan truk dan drum di sekitar pemukiman dekat pos pemeriksaan. Pada hari kedua pemblokiran, Minggu (11/12) mereka turun ke jalan sebagai protes agar Pantic tidak dibawa ke Pristina.

Vucic mendesak agar segera membebaskan Pantic, mengingatkan bahwa  Pantic baru saja menjalani operasi jantung.

"Dia adalah pasien CVD dan menerima terapi, dan keluarga belum diberitahu keberadaannya," kata Vucic. Menakankan bahwa penangkapan Pantic adalah kesalahan.

KFOR (pasukan penjaga perdamaian internasional pimpinan NATO di Kosovo) dan patroli EULEX (Misi Aturan Hukum Uni Eropa di Kosovo) telah ditarik ke barikade untuk mengamankan situasi.

Vucic menambahkan bahwa tidak ada seorang pun dari Beograd yang memerintahkan barikade dan tidak ada yang bisa menyalahkan Serbia untuk itu.

Ia juga menolak tuduhan bahwa warganya telah memberikan serangan terhadap EULEX.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Pelita Air Libatkan UMKM Binaan Pertamina dalam PAS Sky Shop

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:59

Seluruh SPPG Wajib Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:50

19 Juta Tenaga Kerja dan Upsysteming UMKM

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:25

Jokowi dan Pratikno Dituding Bungkam UI Lewat PP 75/2021

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:59

Polisi Ringkus 25 Pelaku Curanmor di Bekasi

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45

Film Dokumenter “Pesta Babi” Jangan Memperkeruh Keadaan di Papua

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:23

Melupakan Laut, Menggadaikan Masa Depan!

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:57

Polda Jambi Bongkar Peredaran Sabu dan "Vape Yakuza" Senilai Rp25,9 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:38

Dishub kota Semarang Gencarkan Sosialisasi ke Bus AKAP

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:19

Grace Natalie: Saya Nggak Pernah Punya Masalah dengan Pak JK

Selasa, 12 Mei 2026 | 00:57

Selengkapnya