Berita

Bedah modul pedoman peliputan media toleran/Kemenag

Nusantara

Kemenag Susun Pedoman Peliputan Konflik Keagamaan

SENIN, 12 DESEMBER 2022 | 08:47 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementerian Agama (Kemenag) berharap pekerja media memiliki keberpihakan dan semangat untuk menguatkan toleransi dan moderasi beragama dalam setiap pemberitaan.

Staf Khusus Menteri Agama Bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo mengatakan bahwa  peliputan konflik keagamaan tidak mudah karena ada beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi oleh jurnalis.

"Peliputan konflik keagamaan ini sangat rentan. Jika salah memberi informasi, bisa jadi bukan memadamkan api, namun menyulut api lebih besar," ujar Wibowo.


Menjawab tantangan itu, Kemenag kemudian menyusun Modul Pedoman Peliputan Media Toleran. Modul ini, menurut Wibowo,  juga menjadi sumbangsih Kemenag untuk membantu Dewan Pers memberikan panduan bagi media dalam meliput konflik keagamaan.

"Pedoman ini diharapkan dapat meminimalisir potensi kesalahan dalam peliputan konflik keagamaan," kata Wibowo dalam acara Bedah Modul Pedoman Peliputan Media Toleran, di Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/12) seperti dikutip dari situs resmi Kemenag.  

"Modul ini tentunya belum sempurna. Kami berharap rekan-rekan media dapat memberikan sumbang saran untuk menyempurnakannya," papar Wibowo di depan puluhan jurnalis.

Hadir dalam acara tersebut, anggota Dewan Pers Atmaji Sapto Anggoro yang mengapresiasi penyusunan modul tersebut sebagai  upaya yang dilakukan Kemenag.

 "Peliputan masalah ini (konflik keagamaan) sangat menguji bagaimana kita harus bersikap, menguji independensi kita. Kami berterima kasih Kemenag telah menyusun panduan ini," ujar Sapto.

Pemerhati sosial Savic Ali, yang juga hadir sebagai narasumber, menyatakan peliputan konflik keagamaan perlu memperhatikan beberapa hal. Di antaranya pemilihan sumber dan narasumber, perspektif HAM, serta pengetahuan jurnalis terhadap nilai-nilai lokal.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Pelita Air Libatkan UMKM Binaan Pertamina dalam PAS Sky Shop

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:59

Seluruh SPPG Wajib Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:50

19 Juta Tenaga Kerja dan Upsysteming UMKM

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:25

Jokowi dan Pratikno Dituding Bungkam UI Lewat PP 75/2021

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:59

Polisi Ringkus 25 Pelaku Curanmor di Bekasi

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45

Film Dokumenter “Pesta Babi” Jangan Memperkeruh Keadaan di Papua

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:23

Melupakan Laut, Menggadaikan Masa Depan!

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:57

Polda Jambi Bongkar Peredaran Sabu dan "Vape Yakuza" Senilai Rp25,9 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:38

Dishub kota Semarang Gencarkan Sosialisasi ke Bus AKAP

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:19

Grace Natalie: Saya Nggak Pernah Punya Masalah dengan Pak JK

Selasa, 12 Mei 2026 | 00:57

Selengkapnya