Berita

Presiden Vladimir Putin/Net

Dunia

Lewat Telepon, Erdogan dan Putin Bahas Kesepakatan Gandum dan Keamanan Suriah

SENIN, 12 DESEMBER 2022 | 06:11 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ekspor biji-bijian dmelalui Laut Hitam masih terus menjadi fokus Turki dan Rusia.  Dalam percakapan telepon pada Minggu (11/12), Presiden Recep Tayyip Erdogan menegaskan lagi kepada Presiden Vladimir Putin bahwa kesepakatan itu meliputi 13 juta ton biji-bijian yang mereka butuhkan.

Itu juga berarti secara bertahap mereka bisa memulai ekspor produk makanan yang berbeda melalui koridor biji-bijian tersebut, lapor Xinhua.

“Keduanya membahas secara rinci perluasan kerja sama bilateral di berbagai bidang, secara khusus, rekor pertumbuhan omzet perdagangan juga menjadi fokus kedua kepimpin," isi  pernyataan Kremlin.


"Kesepakatan itu bersifat kompleks, yang membutuhkan penghapusan hambatan pasokan yang relevan dari Rusia untuk memenuhi permintaan negara-negara yang paling membutuhkan," katanya.

Rusia dan Ukraina menandatangani Perjanjian Laut Hitam pada 22 Juli di Istambul, yang dimediasi oleh Turki dan PBB. Perjanjian itu memastikan pasokan biji-bijian dan pupuk ke pasar global di tengah konflik Rusia-Ukraina.

Rusia telah mendesak PBB untuk mendorong Barat mencabut beberapa sanksi, untuk memastikan Moskow dapat mengekspor pupuk dan produk pertaniannya secara bebas - bagian dari kesepakatan biji-bijian Laut Hitam yang menurut Moskow belum dilaksanakan.

Ankara menjanjikan akan melakukan upaya untuk membuka jalan bagi dimulainya kembali ekspor biji-bijian dan pupuk Rusia ke pasar dunia.

Erdogan dan Putin juga membahas proposal Rusia untuk membuat pangkalan di Turki untuk ekspor gas alam Rusia.

Putin menyarankan gagasan itu pada bulan Oktober sebagai sarana untuk mengalihkan pasokan dari pipa Nord Stream Rusia ke Eropa, yang rusak akibat ledakan pada bulan September. Erdogan telah mendukung konsep tersebut.

Selain topik-topik tersebut, perang melawan terorisme di sepanjang perbatasan Turki-Suriah juga menjadi bahasan dalam percakapan keduanya.

Putin dan Erdogan menyebutkan masalah penyelesaian Suriah dalam konteks kepatuhan terhadap ketentuan nota kesepahaman Rusia-Turki yang ditandatangani pada 2019.

“Lembaga pertahanan dan politik luar negeri kedua negara akan mendukung hubungan dekat dalam hal ini, " kata Kremlin.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Pelita Air Libatkan UMKM Binaan Pertamina dalam PAS Sky Shop

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:59

Seluruh SPPG Wajib Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:50

19 Juta Tenaga Kerja dan Upsysteming UMKM

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:25

Jokowi dan Pratikno Dituding Bungkam UI Lewat PP 75/2021

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:59

Polisi Ringkus 25 Pelaku Curanmor di Bekasi

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45

Film Dokumenter “Pesta Babi” Jangan Memperkeruh Keadaan di Papua

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:23

Melupakan Laut, Menggadaikan Masa Depan!

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:57

Polda Jambi Bongkar Peredaran Sabu dan "Vape Yakuza" Senilai Rp25,9 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:38

Dishub kota Semarang Gencarkan Sosialisasi ke Bus AKAP

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:19

Grace Natalie: Saya Nggak Pernah Punya Masalah dengan Pak JK

Selasa, 12 Mei 2026 | 00:57

Selengkapnya