Berita

Gus Kholil saat mendaftar Caleg Pemilu 2024 di Kantor DPC PD Banyuwangi, didampingi ayahnya KH Moh Hayatul Ikhsan dan diterima Ketua Bapilu, Iwan Rudianto/RMOLJatim

Nusantara

Terinspirasi AHY dan Emil Dardak, Putra Rois Syuriah PCNU Banyuwangi Mantap jadi Caleg Demokrat

SENIN, 05 DESEMBER 2022 | 23:30 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Sosok Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menginspirasi Moh Kholil Arrosyid alias Gus Kholil untuk mengabdi kepada masyarakat melalui berlambang bintang mercy.

Gus Kholil merupakan putra Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, KH Moh Hayatul Ikhsan, yang juga Wakil Rois Syuriah PCNU Banyuwangi.

Sosok AHY dan Emil Dardak yang dekat pada generasi muda, membawa langkah dia mendaftar sebagai calon legislatif di Kantor DPC Partai Demokrat Banyuwangi untuk Pemilu Serentak 2024.


Modal pendidikan di pesantren dan pendidikan formal, organisasi serta dukungan dari relawan dan masyarakat, kata dia, menjadi pelecut keberanian untuk mendaftar sebagai caleg.

“Saya nggak minder karena di Partai Demokrat muda-muda, Mas Ketum AHY muda, Sekjen muda, Ketua DPW Jatim Mas Emil muda. Jadi cocok lah saya memilih Demokrat karena muda adalah kekuatan,” kata Gus Kholil dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Senin (5/12).

Menurutnya, pandangan bahwa santri ketika keluar pondok harus jadi kiai, ustadz, guru ngaji itu dinilai kurang tepat. Santri, kata dia, bisa lebih besar lagi wilayah perjuangannya, termasuk dalam dunia politik.

Sementara terkait adanya pendapat bahwa santri fanatik dengan partai tertentu atau NU harus di partai tertentu misalnya, itu juga tidak tepat.

“Mau di manapun yang penting bisa memberi warna kesempatan itu kita ambil. Peluang saya saat ini ya ada di Demokrat,” demikian Gus Kholil.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya