Berita

Media gathering Kemlu RI yang dihadiri oleh Jubir Kemlu RI, Teuku Faizasyah dan Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Abdul Kadir Jailani/RMOL

Dunia

Kembali Gelar Bali Democracy Forum ke-15, Indonesia Angkat Tema Kepemimpinan dan Solidaritas Kawasan

JUMAT, 02 DESEMBER 2022 | 13:06 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Dalam upaya memperkuat infrastruktur demokrasi di kawasan Asia Pasifik, Indonesia akan kembali menggelar Bali Democracy Forum (BDF) ke-15 pada 8 Desember mendatang.

Jurubicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah mengatakan pertemuan kali ini akan dilakukan secara fisik untuk pertama kalinya setelah pandemi.

"Penyelenggaraan akan diutamakan secara fisik. Indonesia sudah lebih siap menerima kehadiran para tamu secara fisik," ujarnya dalam media gathering di Kantin Diplomasi, Kementerian Luar Negeri, Jakarta pada Jumat (2/11).


Tema yang diangkat pada pertemuan pekan depan, dikatakan Teuku akan menonjolkan dua sisi, yakni kepemimpinan dan solidaritas.

"Dalam kesempatan Bali Democracy Forum kali ini, kita akan mengangkat tema 'Democracy Institution Goals, Leadership and Solidarity," jelasnya.

Faizasyah menyebut BDF sebagai salah program diplomasi Indonesia yang akan menyediakan wadah bagi negara-negara kawasan untuk berbagi tentang penyelenggaraan demokrasi.

"Dalam hal ini kita tidak membeda-bedakan apakah negaranya adalah yang menganut sistem demokrasi atau kah mereka yang masih mempelajari proses demokrasi,"  papar Teuku.

Lebih lanjut Teuku menjelaskan jika BDF tahun ini akan digelar dalam dua sesi yakni di pagi dan siang hari dan dihadiri secara fisik oleh perwakilan negara.

"Sejauh ini, partisipasi yang sudah mendaftarkan nanti akan terus di-upgrade lagi. Ada 57 negara, ada observer dari 74 negara serta organisasi internasional," ungkapnya.

Terakhir, Teuku berharap BDF dapat diikuti oleh banyak partisipan dan hasilnya dapat membawa manfaat baik di dalam maupun di luar kawasan Asia Pasifik.

"Kita berharap tentunya BDF kali ini bisa betul betul akan memperoleh berbagai perspektif dari berbagai kawasan, tidak hanya Asia Pasifik tetapi juga dari berbagai negara di kawasan lainnya bisa berkontribusi dalam diskusi," pungkasnya.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

KAI Gelar Diskon Tiket Kereta 20 Persen, Cek Syarat dan Ketentuannya

Kamis, 26 Maret 2026 | 22:00

Anwar Ibrahim Lega Kapal Malaysia Bisa Lewat Selat Hormuz

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:58

Jadwal FIFA Series 2026 Timnas Indonesia Lawan Saint Kitts dan Nevis

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:49

Langkah Mundur Letjen Yudi Abrimantyo Sesuai Prinsip Intelijen

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:31

Cara Mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:15

Inggris Cegat Kapal Bayangan Rusia, Tuding Putin Raup Untung Minyak dari Perang

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:13

Prabowo Blusukan ke Bantaran Rel Senen, Janjikan Hunian Layak untuk Warga

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:06

Prabowo Harus Berhati-hati dengan Pernyataan Ngawur Bahlil

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:01

Fatamorgana Ekonomi Nasional

Kamis, 26 Maret 2026 | 20:34

“Aku Harus Mati”: Horor tentang Ambisi dan Harga Sebuah Validasi

Kamis, 26 Maret 2026 | 20:20

Selengkapnya