Berita

Analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun/Ist

Politik

Soal Pertemuan Relawan Jokowi di SUGBK, Ubedilah Badrun: Terbongkar, Itu Semua Hanya Panggung Kepalsuan

JUMAT, 02 DESEMBER 2022 | 11:16 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pertemuan para relawan Joko Widodo di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Sabtu lalu (26/11) yang bertajuk Nusantara Bersatu pada hakikatnya hanya panggung depan kepalsuan, mirip-mirip panggung sandiwara.

Hal itu disampaikan oleh analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun, menanggapi pernyataan Ketua Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani yang siap "perang" melawan pihak-pihak yang menyerang Jokowi.

"Sebab di belakang panggung ternyata bukan Nusantara Bersatu, tetapi persekongkolan yang gemar merawat pertempuran, merusak persatuan dan kesatuan bangsa," ujar Ubedilah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (2/12).


Hal tersebut, kata Ubedilah, terlihat dari narasi Benny yang disampaikan di hadapan Presiden Jokowi di belakang panggung acara relawan yang tidak didasari dengan data yang benar.

Bahkan, Ubedilah menilai, penyataan Benny tersebut tidak mampu membedakan antara kritik dan penghinaan. Lalu, Benny pun menyimpulkan bahwa kelompok kritis sebagai lawan yang harus dilawan atau direpresi dengan ancaman pidana.

"Narasi Benny Ramdani juga menunjukkan bahwa ternyata ia mendapatkan posisi sebagai kepala BP2MI karena ia telah bekerja sebagai relawan yang senang memproduksi narasi provokatif," jelas Ubedilah.

Menurut Ubedilah, narasi semacam itu sesungguhnya tidak patut diucapkan oleh seorang pejabat yang digaji oleh pajak rakyat. Apalagi, pernyataan tersebut tidak ada urusannya dengan fungsi di BP2MI.

"Itu tindakan narasi yang tidak wajar, juga tidak etis yang disampaikan kepada Presiden dan bertentangan dengan moral kebangsaan kita," tegas Ubedilah.

Selain itu, Ubedilah menilai bahwa, fenomena Benny dan sejenisnya secara substantif bukanlah relawan. Karena relawan mestinya bersifat voluntarisme atau kesukarelawanan tanpa pamrih.

"Tetapi semua yang mengaku relawan Jokowi itu terlihat pamrih minta jabatan, dan parahnya Jokowi mengakomodir para relawan itu menjadi pejabat atau komisaris di BUMN yang jumlahnya fantastis. Jadi mereka sesungguhnya para pemburu rente kursi jabatan berkedok relawan. Kalau relawan seharusnya konsisten dengan spirit voluntarisme, berjuang tanpa pamrih membela gagasan," jelas Ubedilah.

Melihat pihak-pihak yang mengaku relawan dengan memproduksi diksi-diksi pertempuran dan ancaman itu membuat Ubedilah teringat kembali sejarah Reformasi 1998.

"Ada PAM Swakarsa era akhir kekuasaan Soeharto dan sesudahnya. Semacam milisi sipil pembela kekuasaan yang dipelihara oleh penguasa yang bertugas mengancam, menghalau kelompok kritis, menghalau demonstran, bahkan siap dengan alat-alat kekerasan," tuturnya.

"Kira-kira model relawan yang suka memproduksi ancaman itu mirip-mirip seperti itu. Secara kebangsaan, itu berbahaya, berpotensi memicu bentrok antarwarga negara, dan itu kemunduran dan mengingatkan luka bagi pejuang Reformasi 1998. Itu kemunduran demokrasi," pungkas Ubedilah.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Kopilot Malaysia Ngaku Diupah Rp220 Juta Selundupkan 26 Kg Ekstasi ke Jakarta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:20

Merdeka dalam Keserakahan: Ilusi Kemerdekaan di Usia 81 Tahun

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:02

Polda Metro Masih Selidiki Dugaan Pencabulan oleh Oknum Pendeta

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:52

Loyalis Anies Dicecar KPK soal Jual Beli Properti di Kasus TPPU Rita Widyasari

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:25

Begini Respons Deddy Sitorus Usai Dilaporkan KWP ke MKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:02

Warga Tuban Terdampak Debu Pabrik, Semen Indonesia Mangkir Dipanggil DPRD

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:11

Terjang Ombak, Dedikasi Mantri BRI Buka Jalan Akses Finansial Pulau Seram

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:02

Bea Cukai Ciduk Kopilot Kurir Narkoba, Duit Negara Rp207,9 Miliar Selamat

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:41

Transformasi Danantara Dongkrak Pendapatan Telkom hingga Tembus Rp75,9 Triliun

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:22

Polda Metro Jaya Cokok 728 Tersangka Curanmor

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:06

Selengkapnya