Berita

Presiden AS Joe Biden dan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani/Net

Dunia

AS Sepakat Jual Sistem Pencegah Serangan Drone ke Qatar Seharga Rp 15,7 Triliun

RABU, 30 NOVEMBER 2022 | 14:34 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Komitmen Amerika Serikat dalam membantu sekutu di Timur Tengah memperkuat keamanan nasionalnya, dibuktikan melalui kesepakatan penjualan sistem anti-drone kepada Qatar senilai 1 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 15,7 triliun.

Departemen Luar Negeri AS pada Selasa (29/11) mengatakan pembelian senjata Qatar itu mencakup 10 Fixed Site-Low, Slow, Small Unmanned Aircraft System Integrated Defeat System (FS-LIDS).

Selain itu, diharapkan nantinya kesepakatan akan mencakup senjata buatan AS lainnya, seperti 200 pencegat Coyote Block 2, Counter Unmanned Electronic Warfare System (CUAEWS) dan Peluncur dan peralatan Coyote.


Ditekankan pula, bahwa kesepakatan penjualan itu tidak akan mengubah keseimbangan dasar militer di kawasan Timur Tengah.

Dimuat Reuters, kontraktor utama yang akan memandu transaksi tersebut adalah Raytheon Technologies, SRC dan Northrop Grumman.

Setelah senjata sampai di Qatar, selama lima tahun ke depan, perwakilan AS dan 15 kontraktor AS akan dikirim ke sana untuk mendukung kegiatan lapangan, pelatihan, dan pemeliharaan.

Qatar juga tengah mengajukan pembelian drone MQ-9 Reaper buatan AS setelah kesepakatan Uni Emirat Arab memperoleh persetujuan untuk membeli jet tempur F-35.

Sejak Maret lalu, negara teluk itu telah ditetapkan Qatar sebagai sekutu militer Non-NATO bagi AS.

Qatar juga menyediakan tempat bagi pangkalan militer AS di Al Udeid serta bersedia mengevakuasi imigran Afghanistan yang kabur setelah kudeta Taliban.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya