Berita

Presiden China Xi Jinping/Net

Dunia

Aktivis: PKC dan Xi Jinping Akan Berakhir Jika Tragedi Tiananmen Terulang Kembali

SELASA, 29 NOVEMBER 2022 | 15:55 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Aksi protes anti-lockdown yang terjadi di China terus meluas dan diyakini bisa menjadi faktor penyebab runtuhnya rezim Partai Komunis China (PKC) dan Presiden Xi Jinping.

Begitu yang dikatakan oleh mantan pemimpin demonstrasi di Lapangan Tiananmen tahun 1989, Wang Dan, lewat akun Facebook-nya yang dikutip Newsweek, Selasa (29/11).

Demonstrasi yang berujung pada aksi kekerasan dari aparat keamanan itu diperkirakan telah memakan lebih dari 3.000 nyawa. Insiden yang berlangsung dari 15 April hingga 4 Juni 1989 ini kemudian diabadikan dengan istilah Tragedi Tiananmen.


"Saya katakan sejak awal bahwa 4 Juni hanya terjadi sekali. Jika PKC berani mengerahkan pasukannya untuk menembak lagi, PKC pasti akan digulingkan," tulis Wang.

Aksi protes saat ini yang meletus di seluruh China disebabkan oleh kebijakan Zero Covid yang diinisiasi oleh Xi Jinping. Kemarahan warga semakin parah dipicu dengan kematian 10 orang dalam kebakaran apartemen di Urumqi, Xinjiang.

Banyaknya korban dari kebakaran ini diyakini lantaran mereka tidak bisa melarikan diri karena kebijakan lockdown.

"Jika PKC terulang kembali 33 tahun kemudian dengan lebih banyak pertumpahan darah, itu bisa menyebabkan serangan balik yang lebih besar dari sebelumnya," lanjutnya, sembari menyebut protes kali ini membawa era baru bagi China.

Wang menilai, gejolak yang terjadi saat ini akan berbeda dari tahun 1989 jika pasukan diperintahkan menggunakan kekerasan. Artinya, kekuatan sipil kali ini dapat mengarah pada jatuhnya PKC.

Setelah Tragedi Tiananmen, Wang tinggal di AS sebagai aktivis politik yang diasingkan. Ia menjadi salah satu penyelenggara demonstrasi Tiananmen yang paling menonjol.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Menhub Prioritas Program dan Anggaran untuk Tingkatkan Keselamatan Transportasi

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:51

DPR Yakin Potongan Aplikasi 8 Persen Bikin Driver Makin Sejahtera

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:48

Kuasa Hukum Pertanyakan Status Tersangka Raudi Akmal

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:25

Nasib Ribuan Pekerja Moker Freeport Diadukan ke Kementerian HAM

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:09

Gus Yaqut Dibantarkan ke Rumah Sakit Polri

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:58

Dirjen Imigrasi Paparkan Tiga Pilar Penguatan Perbatasan Indonesia di Siem Reap

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:29

Legislator Golkar Apresiasi Dividen PT Telkom Tertinggi

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:15

Connie Minta Jokowi Diadili Terkait Kebijakan IKN

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:12

Kuliner Potensi Perkuat Pariwisata di Kancah Internasional

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:53

Harta Kekayaan Menperin Agus Gumiwang Naik 23,2 Persen, Utang Nyaris Rp100 Miliar

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:51

Selengkapnya