Berita

Imigran asing asal China, Li Nanfei yang melakukan protes di dekat tempat berlangsungnya KTT APEC Thailand/Net

Dunia

Dorong Xi Jinping Mundur Saat KTT APEC, Imigran China Ditangkap Otoritas Thailand

SELASA, 29 NOVEMBER 2022 | 15:25 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Aksi protes yang dilakukan puluhan orang selama KTT APEC di Bangkok, telah mencuri banyak perhatian. Terutama saat salah seorang dari mereka, seorang imigran asing asal China, Li Nanfei yang dengan lantang menyurakan tuntutan sendiri kepada Presiden Xi Jinping saat mendarat di negara gajah putih itu.

Dalam protesnya, Li memegang sebuah poster yang bertuliskan, "Yang Mulia Presiden Xi, akhiri kediktatoran di Tiongkok! Kembalikan kebebasan rakyat!"

Tindakan Li berujung dengan penangkapan oleh petugas keamanan Thailand karena awalnya dianggap sebagai imigran ilegal karena saat itu tidak bisa menunjukkan paspor miliknya.


Dalam proses penyelidikan, Li mengaku terinspirasi dengan aksi protes salah seorang bernama Peng Lifa yang memegang spanduk di jalan layang Jembatan Sitong di menjelang Kongres Partai Komunis di Beijing.

"Jika Tuan Peng Lifa dapat memasang spanduk di lokasi berbahaya seperti Beijing untuk memprotes kenaikan takhta Xi Jinping, saya tidak dapat membenarkan melakukan atau tidak mengatakan apa-apa ketika Xi Jinping datang ke sini, mengingat saya berada di Thailand," tegas Li seperti dimuat RFA pada Selasa (29/11).

Keputusan Xi menghapus masa jabatan presiden pada 2018 lalu, dinilai Li sebagai awal dari kediktatoran seumur hidup.

"Jika ada orang seperti saya yang menunggu untuk menyambutnya setiap kali Xi Jinping pergi ke mana pun, maka dia tidak akan bisa pergi ke mana pun, dan harus tinggal di China, daripada pergi ke luar negeri untuk merugikan orang lain," jelasnya.

Soal penangkapannya, Li membantah sebagai imigran gelap dan mengklaim dirinya telah memperoleh status pengungsi dari PBB.

"Saya sebenarnya tidak bertindak ilegal. Sebenarnya pemerintah China dan Xi Jinping yang ilegal," ujarnya.

Selama bertahun-tahun Li hidup di Thailand setelah diasingkan oleh China karena dianggap membangkang pemerintahan. Li yakin ia tidak akan kembali ke China, karena pemerintahan Xi meminta Thailand untuk tidak memulangkannya.

"Salah satu dari mereka mengatakan kepada saya bahwa mereka akan mencoba menemukan cara untuk membiarkan saya tinggal di Thailand, tetapi saya tidak akan dapat mempertahankan pandangan politik saya saat ini," kata Li.

Rekan aktivisnya, Hu Junxiong, yang telah berada di Thailand selama tujuh tahun, mengatakan dia sangat mengkhawatirkan keselamatan Li.

Dia meminta masyarakat internasional dan PBB untuk memperhatikan kasus Li dan berbicara atas nama pengungsi China yang terdampar di Thailand.

"Pengungsi yang terdampar di Thailand membutuhkan perlindungan yang efektif secepat mungkin, untuk memastikan keamanan pribadi kami," kata Hu.

KTT APEC berlangsung di Thailand selama dua hari yakni 18 hingga 19 November lalu dan dihadiri oleh 20 kepala negara dan perwakilan anggota.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

Klaim Bahlil soal Energi Aman Patut Dipertanyakan

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:10

Kabut Perang Selimuti Wall Street, Nasdaq Jatuh Paling Dalam

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:09

Trump Perpanjang Jeda Serangan ke Iran

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:02

Tanpa Perencanaan, Pendatang Baru Berpotensi Jadi Beban

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:01

OJK Prediksi Sejumlah Bank Besar akan Naik Kelas ke KBMI IV pada 2026

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:45

Harga Emas Anjlok Tertekan Dolar AS dan Proyeksi Suku Bunga Tinggi

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:34

Bursa Eropa Tumbang, Indeks STOXX 600 Dekati Fase Koreksi

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:21

Pertama dalam Sejarah, Tanda Tangan Presiden Donald Trump akan Dicetak di Dolar AS

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:07

Ekonomi Indonesia: Makro Sehat, Mikro Sekarat

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:35

Bekas Kepala KSOP Belawan Jadi Tersangka Skandal PNBP

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:24

Selengkapnya