Berita

Presiden Joko Widodo saat menyampaikan sambutan dalam acara relawan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta/Repro

Politik

Partai Garuda: Arahan Jokowi Tidak Bisa Diremehkan Meski Bukan Ketum Parpol

SELASA, 29 NOVEMBER 2022 | 08:38 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pemilihan presiden tahun 2024 diyakini membuat Presiden Joko Widodo tidak tinggal diam. Apalagi, presiden sudah terlihat melemparkan sinyal-sinyal lewat kriteria pemimpin masa depan.
 
"Jokowi terus memberi sinyal dukungan terhadap bakal calon presiden. Walaupun belum memberikan nama, tapi cara Jokowi itu menunjukkan beliau tidak akan bersikap abstain dalam kampanye Capres-cawapres 2024," kata Wakil Ketua Umum Partai Garuda, Teddy Gusnaidi, Selasa (29/11).

Jokowi memang bukan ketua umum partai politik, namun ia memiliki pemilih loyalis yang pasti akan mengikuti arahan dalam memilih capres tertentu. Oleh karenanya, Teddy menilai arahan dan sikap Presiden Jokowi tidak bisa dianggap sebelah mata.


"Beliau memiliki suara pemilih yang sangat besar," sambungnya.

Manuver Presiden Jokowi ini pun diklaim bukan sebuah pelanggaran, baik secara etika maupun aturan pemilu. Pihak-pihak yang menuding Jokowi melanggar aturan, kata Teddy, adalah pihak yang takut kalah dalam pemilu.

Di sisi lain, keterlibatan Jokowi di Pemilu 2024 dinilai wajar karena faktor pembangunan selama dua periode memimpin Indonesia.

"Tentu Jokowi ingin apa yang telah dia lakukan dapat dilanjutkan oleh presiden selanjutnya, beliau punya tanggungjawab untuk keberlanjutan agar Indonesia semakin maju, bukan malah kembali mundur," tandasnya.

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

UPDATE

Kontrak Rp25 Triliun PAM Jaya–Moya Disorot, Air Bersih Warga Miskin Masih Mandek

Selasa, 06 Januari 2026 | 17:56

Purbaya Restui DJP Tambah Jabatan Baru hingga Akhir 2026

Selasa, 06 Januari 2026 | 17:41

Protes Dedi Mulyadi, 10 Ribu Buruh Jabar akan Datangi Istana

Selasa, 06 Januari 2026 | 17:30

Kritik di Tembok Kekuasaan

Selasa, 06 Januari 2026 | 17:30

Dana Haji Khusus Tertahan, DPR Warning Jangan Merugikan Jamaah

Selasa, 06 Januari 2026 | 17:07

KPK Bidik Riza Chalid di Kasus Suap Katalis

Selasa, 06 Januari 2026 | 16:59

Sidang Ijazah Jokowi Ditunda Lagi, Bukti Penggugat Belum Valid

Selasa, 06 Januari 2026 | 16:53

Presiden Minta Media Keluar Ruangan, Lanjutan Taklimat Digelar Tertutup

Selasa, 06 Januari 2026 | 16:27

Mahasiswa Indonesia Bentangkan Spanduk "Save Venezuela"

Selasa, 06 Januari 2026 | 16:26

Lurah Batu Ampar Kecewa Lahan Dispora Diserobot Pengembang

Selasa, 06 Januari 2026 | 16:20

Selengkapnya