Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Pengaruhi Kaum Muda, TikTok China Ikut Kendalikan Proses Politik di Malaysia

SENIN, 28 NOVEMBER 2022 | 13:11 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Aplikasi video TikTok telah ramai pengunjung sejak pandemi Covid-19 dan kebijakan pembatasan sosial  ditetapkan secara massal. Meski pandemi berangsur pulih, penggemar aplikasi yang dimiliki oleh perusahaan media global ByteDance China itu tidak ikut berkurang.

Sebuah laporan yang diterbitkan oleh The Singpore Post pada Senin (28/11), menyebut TikTok dapat mempengaruhi jajak pendapat dalam proses politik di negara Asia.

Pemilihan umum terbaru di negara Asia Tenggara, telah dilangsungkan di Malaysia lebih awal setahun untuk menentukan Perdana Menteri Selanjutnya.


Dalam laporan The Singpore Post disebutkan bahwa TikTok telah ikut mempengaruhi suara pemilu di Malaysia lewat konten yang menargetkan kaum muda.

Terlebih Malaysia telah menurunkan batas umur pemilih mulai dari 18 tahun, yang mana pasar TikTok sebagian besar merupakan remaja di usia tersebut.

The Singpore Post menunjukkan bagaimana Kepala Koalisi Perikatan Nasional (PN), Muhyiddin mengeksploitasi banyak sentimen Muslim menjelang pemilihan dan berhasil mendapat dukungan Partai Islam Malaysia (PAS).

Meski tidak hadir dalam TV Nasional, aplikasi TikTok dinilai ikut andil dalam keberhasilan tersebut dan dikhawatirkan menciptakan potensi kerentanan terhadap manipulasi di masa depan.

Meskipun TikTok telah mengklaim mulai mengurangi konten sensitif dan politik yang melanggar pedoman sensor China, namun aplikasi itu masih mengizinkan beberapa badan negara dengan akun terverifikasi seperti kedutaan China di Amerika Serikat.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya