Berita

Farideh Moradkhani, keponakan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei/Net

Dunia

Keponakan Ayatollah Ali Khamenei Desak Dunia Putuskan Hubungan dengan Iran

SENIN, 28 NOVEMBER 2022 | 12:24 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Keponakan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei membuat kontroversi dengan mendesak pemerintahan asing untuk memutuskan semua hubungan dengan Teheran.

Ia adalah Farideh Moradkhani, seorang insinyur dan aktivis HAM terkenal. Mendiang ayahnya merupakan tokoh oposisi terkemuka yang menikah dengan saudara perempuan Khamenei.

Baru-baru ini, sebuah video pernyataan dari Farideh tersebar luas secara online.


"Wahai orang-orang bebas, bersama kami dan beri tahu pemerintah Anda untuk berhenti mendukung rezim pembunuh," ujar Farideh, yang menurut kantor berita aktivis HRANA sudah ditangkap pada 23 November lalu.  

"Rezim ini tidak setia pada salah satu prinsip agamanya dan tidak mengenal aturan apa pun kecuali paksaan dan mempertahankan kekuasaan," lanjutnya.

Video awalnya dibagikan di YouTube pada Jumat (25/11) oleh saudara laki-laki Farideh, Mahmoud Moradkhani yang tinggal di Prancis. Ia menyebut diri sebagai "penentang Republik Islam".

Dua hari sebelumnya, Mahmoud melaporkan penangkapan Farideh setelah mendapatkan perintah pengadilan untuk datang ke kantor kejaksaan Teheran.

Farideh telah ditangkap awal tahun ini oleh Kementerian Intelijen Iran dan kemudian dibebaskan dengan jaminan.

Saat ini, Farideh diyakini berada di pejara Evin Teheran dan menghadapi hukuman penjara 15 tahun dengan tuduhan yang belum diketahui.

HRANA mencatat, 450 pengunjuk rasa tewas dalam lebih dari dua bulan kerusuhan nasional hingga Sabtu (26/11), termasuk di antaranya 63 anak di bawah umur. Sementara itu, 60 anggota pasukan keamanan telah tewas, dan 18.173 pengunjuk rasa ditahan.

Protes dipicu oleh kematian wanita Iran Kurdi berusia 22 tahun, Mahsa Amini, setelah penangkapannya karena "pakaian tidak pantas". Ini menjadi salah satu tantangan terkuat bagi negara itu sejak Revolusi Islam 1979.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Pasar Jaya Minta Maaf soal Gunungan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati

Minggu, 29 Maret 2026 | 00:01

BRIN Gandeng UAG University Kolaborasi Perkuat Talenta Peneliti Indonesia

Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:40

Masyarakat Apresiasi Bazar dan Hiburan Rakyat di Monas

Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:30

Menata Ulang Skema Konsesi Bandara

Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:00

Tak Bisa Asal Gugat, Sengketa Partai Harus Selesai di Internal Dulu

Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:41

Peradilan Militer Punya Legitimasi dan Tak Bisa Dipisahkan dari Sistem

Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:21

Pasar Murah di Monas, Pemerintah Salurkan Ratusan Ribu Paket Sembako

Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:05

Juara Hafalan Al-Quran di Lybia, Pratu Nawawi Terima Kenaikan Pangkat

Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:41

Rudal Israel Hantam Mobil Pers, Fatima Ftouni Jurnalis Al Mayadeen Gugur

Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:37

DPR Optimistis Diplomasi Pemerintah Amankan Kapal Pertamina di Selat Hormuz

Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:17

Selengkapnya