Berita

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar/Net

Politik

Koalisi Parpol 2024 Berpotensi Mogok di Tengah Jalan

SENIN, 28 NOVEMBER 2022 | 10:47 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pembentukan koalisi partai politik dalam menatap pemilihan presiden 2024 berpotensi mogok di tengah jalan jika penjajakan politik terlalu lama.

Baik Koalisi Indonesia Raya (KIR), Poros Perubahan, maupun Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) sejatinya sudah menghasilkan kesepakatan di antara parpol koalisi.

Namun seiring berjalan, kesepakatan bisa saja goyang dengan penjajakan-penjajakan lintas partai.


"Misalnya rayuan elektabilitas menjadi penyebab koalisi mogok atau pindah haluan ke koalisi lain. Jika tidak segera deklarasi, akan berpotensi koalisi deklarasi capres dan cawapres last minutes. Koalisi yang sudah terbentuk pun berpotensi mogok," kata pengamat politik Ikhwan Arif kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (28/11).

Ketiga koalisi di atas, sejatinya sudah memenuhi ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold 20%). Namun demikian, KIB yang dibentuk Golkar-PPP-PAN, KIR oleh Gerindra dan PKB, serta Poros Perubahan dengan Demokrat-PKS-Nasdem masih bergantung pada nilai elektabilitas figur.

"Pun demikian dengan PDIP yang bisa mengajukan calon sendirian. Tokoh dengan elektabilitas tinggi masih jadi rebutan koalisi," sambungnya.

Oleh karenanya, rayuan elektabilitas bakal calon presiden masih menjadi penentu keseriusan partai politik dalam berkoalisi.

"Komposisi koalisi yang kini sudah terbentuk memang sudah memenuhi presidential threshold 20%, namun masih terkendala elektabilitas tokoh di luar koalisi," tutup pendiri Indonesia Political Power ini.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Analisis di Balik Penerimaan Eksepsi Dokter Tifa

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:52

Legislator PDIP Desak Pemerintah Benahi Infrastruktur Hulu Migas

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:34

Panglima TNI: Perang Narasi Salah Satu Ancaman Paling Berbahaya Saat Ini

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:17

PABPDSI Kawal Program Nasional Hingga ke Desa Lewat 8 Satgas Asta Cita

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:55

MBG dan Peluang Besar Bangun Ekonomi Desa

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:30

Pemerintah Buka Opsi Biayai Utang Proyek Whoosh Pakai Panda Bond

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:05

Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar, DPR Minta Eks Dirut KBS Dihukum Berat

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:45

Lulus S2 Hukum, Mikael Saragih Ungkap PR Hukum Indonesia Tak Lagi soal Kekurangan UU

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:37

BEM Kristiani Se-Indonesia Desak Kejagung Segera Tangkap Febrie Adriansyah

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:16

Polri dan FBI Sepakat Perkuat Kerja Sama Penanganan Kejahatan Transnasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:03

Selengkapnya