Berita

Presiden AS Joe Biden/Net

Dunia

Jurnalis Prancis: AS Ambil Keuntungan dari Perang Rusia-Ukraina

MINGGU, 27 NOVEMBER 2022 | 14:24 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Di balik perang Rusia dan Ukraina yang tak kunjung selesai selama sembilan bulan terakhir, Amerika Serikat (AS) dinilai menjadi aktor yang paling banyak meraup keuntungan dari kondisi tersebut.

Kepala Departemen Ekonomi majalah Prancis L'Express, Beatrice Mathieu pada Jumat (25/11), menyatakan AS memperoleh keuntungan dari ekspor gas alam cair, industri senjata, dan pemanfaatan daya saing industri.

Menurut Mathieu, industri Amerika telah menandatangani beberapa kontrak untuk mengekspor gas alam cair "Made in USA" ke Eropa untuk menggantikan gas Rusia yang terbatas sejak perang dimulai dan kebocoran pipa Nord Stream baru-baru ini.


Harga yang dijual AS ke Eropa disebut jauh lebih tinggi daripada yang biasa mereka berikan pada pelanggan di Amerika.

Selain menjadi donatur senjata Ukraina, lanjut Mathieu, AS juga tengah memproduksi banyak produk pertahanan untuk dirinya sendiri dan memenuhi pesanan dari negara-negara Eropa yang kini mulai meningkatkan anggaran keamanan untuk antisipasi serangan Rusia.

"Pesanan F-35 Jerman dari pabrikan Amerika Lockheed Martin menarik perhatian besar pada keterasingan Prancis-Jerman," ujarnya seperti dimuat CGTN News pada Sabtu (26/11).

Mathieu juga menunjukkan bagaimana AS memanfaatkan ketergantungan Eropa pada jagung Ukraina dengan mulai menggantikan posisi Kyiv dan mengekspor produk jagungnya ke negara-negara itu.

Belum lagi, kata Mathieu, krisis energi juga mendorong perusahaan-perusahaan Eropa untuk memindahkan operasionalnya ke AS yang memiliki pasokan energi terjamin dan lebih murah.

Tanpa membiarkan prajuritnya menginjakkan kaki ke tanah Kyiv, AS dinilai Mathieu telah menjadi pemenang besar di panggung global dengan keuntungan geostrategis, ekonomi, militer, dan politik yang tak terbantahkan.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

Klaim Bahlil soal Energi Aman Patut Dipertanyakan

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:10

Kabut Perang Selimuti Wall Street, Nasdaq Jatuh Paling Dalam

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:09

Trump Perpanjang Jeda Serangan ke Iran

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:02

Tanpa Perencanaan, Pendatang Baru Berpotensi Jadi Beban

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:01

OJK Prediksi Sejumlah Bank Besar akan Naik Kelas ke KBMI IV pada 2026

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:45

Harga Emas Anjlok Tertekan Dolar AS dan Proyeksi Suku Bunga Tinggi

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:34

Bursa Eropa Tumbang, Indeks STOXX 600 Dekati Fase Koreksi

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:21

Pertama dalam Sejarah, Tanda Tangan Presiden Donald Trump akan Dicetak di Dolar AS

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:07

Ekonomi Indonesia: Makro Sehat, Mikro Sekarat

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:35

Bekas Kepala KSOP Belawan Jadi Tersangka Skandal PNBP

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:24

Selengkapnya