Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net
Kepala Pasukan Pertahanan Biologi dan Kimia Rusia, Igor Kirillov menyebut virus yang dimodifikasi oleh AS dapat membunuh 80 persen yang terinfeksi. Virus ini menyebabkan tanda-tanda neurologis yang tidak normal dan kerusakan paru-paru yang signifikan.
"Pengujian antibodi mengungkapkan penurunan 11 kali lipat dalam kapasitas mereka untuk menetralkan virus baru, serta ketidakefektifan vaksinasi saat ini," ujarnya dalam konferensi pers pada Sabtu (26/11), seperti dimuat Anadolu Agency.
Populer
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Senin, 13 April 2026 | 14:18
Kamis, 16 April 2026 | 00:32
Jumat, 17 April 2026 | 17:46
Kamis, 16 April 2026 | 18:10
Senin, 13 April 2026 | 08:21
Kamis, 16 April 2026 | 13:50
UPDATE
Senin, 20 April 2026 | 12:16
Senin, 20 April 2026 | 12:05
Senin, 20 April 2026 | 12:01
Senin, 20 April 2026 | 11:55
Senin, 20 April 2026 | 11:43
Senin, 20 April 2026 | 11:27
Senin, 20 April 2026 | 11:25
Senin, 20 April 2026 | 11:06
Senin, 20 April 2026 | 10:55
Senin, 20 April 2026 | 10:34