Berita

MiG-29/Net

Dunia

Laporan: Ada Peran China di Balik Batalnya Pengiriman Jet Tempur NATO ke Ukraina

SABTU, 26 NOVEMBER 2022 | 07:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Upaya China untuk meredam konflik Rusia-Ukraina agar tidak semakin meningkat ternyata sudah dilakukan sejak awal Moskow melakukan operasi militernya.

Hal itu terungkap dalam laporan Spectator pada Jumat (25/11), yang mengatakan bahwa China menekan AS agar membatalkan rencana memasok Ukraina dengan pesawat tempur Polandia pada bulan Maret.

"Sepanjang konflik, Beijing telah menekan kedua belah pihak untuk menurunkan ketegangan," klaim laporan itu.


Dua minggu setelah pasukan Rusia memasuki Ukraina pada akhir Februari, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken secara terbuka menyatakan bahwa Washington telah memberikan "lampu hijau" kepada sekutu NATO-nya untuk memasok Ukraina dengan jet tempur era Soviet yang dapat digunakan pilotnya, dan itu berhasil pada kesepakatan di mana Polandia menyatakan siap mentransfer armada pesawat tempur MiG-29 ke Kiev.

Dalam beberapa hari, Warsawa mengumumkan akan mentransfer jet ke pasukan AS di Pangkalan Udara Ramstein di Jerman. Beberapa jam setelah pengumuman ini, Pentagon mendadak menghentikan transfer tersebut, menggambarkan proposal Polandia sebagai sesuatu yang tidak dapat dipertahankan.

"China secara langsung bertanggung jawab atas perubahan ini," klaim laporan The Spectator.

Mengutip sumber Tiongkok yang tidak disebutkan namanya, penulis Owen Matthews menggambarkan bagaimana “inisiatif saluran belakang yang mendesak dan rahasia yang melibatkan mantan pemimpin Eropa” dimulai. Inisiatif ini, katanya, pada akhirnya didukung oleh China, dan Washington mundur.

Hampir sembilan bulan kemudian, NATO masih belum memberi Ukraina jet tempur, meskipun ada lobi yang intens dari Kyiv.

Upaya China untuk mencegah eskalasi berjalan dua arah, klaim laporan itu. Sementara Beijing menekan AS untuk menghentikan pengiriman pesawat tempur, para jenderalnya dilaporkan menelepon rekan Rusia mereka untuk meminta jaminan bahwa Moskow akan tetap berpegang pada doktrin nuklirnya yang telah lama berlaku: bahwa ia berhak menggunakan senjata atom jika terjadi serangan nuklir pertama di wilayah atau infrastrukturnya, atau jika keberadaan negara Rusia terancam oleh senjata nuklir atau konvensional.

Sejauh ini posisi China di Ukraina tetap netral. Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyatakan minggu lalu bahwa Beijing siap untuk bekerja dengan Rusia dan negara-negara lain yang berpikiran sama untuk mempromosikan pengembangan dunia multipolar.

Menurut laporan Matthews, Beijing dan Moskow menandatangani pakta pertahanan bersama terbatas sebelumnya tahun ini.
Namun demikian, China belum menjual perangkat keras militer ke Rusia, dan para diplomatnya terus secara terbuka menyerukan penyelesaian konflik dengan jalan negosiasi.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya