Berita

Ratusan Polwan Polda Sumsel dan jajaran diberikan pelatihan untuk mengatasi trauma healing/Ist.

Presisi

100 Polwan Polda Sumsel Dilatih untuk Tangani Korban Bencana

SABTU, 26 NOVEMBER 2022 | 05:29 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Sebanyak 100 polisi wanita (Polwan) Polda Sumsel dan jajaran diberikan pelatihan pertolongan pertama para korban bencana atau pscyhological first Aid (PFA).

Karo SDM Polda Sumsel Kombes Ucu Kuspriyadi mengatakan, pelatihan PFA bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Polwan dalam memberikan bantuan pertama kepada masyarakat yang terdampak permasalahan sosial maupun terjadi bencana alam.

"Jika terjadi permasalahan sosial atau terjadi bencana alam maka Polwan yang sudah kita latih PFA kan kita terjunkan untuk memulihkan trauma healing," kata Kombes Ucu Kuspriyadi dikutip dari Kantor Berita RMOLSumsel, Jumat (25/11).


Dikatakan Ucu, Polwan yang akan diterjunkan ini nantinya sebagai tenaga konselor untuk memberikan konseling trauma healing kepada masyarakat yang trauma akibat bencana alam maupun permasalahan sosial lainnya.

"Materi pelatihan yang akan diberikan dalam pelatihan PFA berupa teori cara menangani korban trauma akibat bencana serta praktek langsung cara menangani korban kena bencana," beber dia.

Sementara, Psikolog BPBD Sumsel, Erna Susilawati mengatakan, PFA sebagai upaya agar reaksi stres yang muncul ketika menghadapi situasi krisis tidak naik ketahap depresi.

"Karena kalau sudah naik ketahap depresi bisa mengganggu gangguan jiwa disini peran pendampingan maupun konseling trauma healing untuk memulihkan keadaan trauma yang mereka alami akibat bencana ataupun bencana sosial," tandas dia.


Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya