Berita

Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan/Net

Dunia

Armenia Protes ke Putin Soal Kurangnya Dukungan CSTO yang Dipimpin Rusia

KAMIS, 24 NOVEMBER 2022 | 18:53 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kekecewaan Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan atas kegagalan Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO) disampaikan langsung di hadapan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam KTT yang digelar pada Rabu (23/11).

Pashinyan mempertanyakan efektivitas CSTO yang dinilai tak mampu membantu negaranya menghadapi serangan Azerbaijan.

“Sangat menyedihkan bahwa keanggotaan Armenia di CSTO tidak menghalangi Azerbaijan melakukan tindakan agresif,” ujarnya seperti dimuat Zawya News.


Menurut Pashinyan hingga hari ini, pemerintahnya belum mendapat kepastian dari CSTO dalam menanggapi agresi Azerbaijan.

"Fakta-fakta ini sangat merusak citra CSTO baik di dalam maupun di luar perbatasan negara kami, dan saya menganggap ini kegagalan utama kepemimpinan Armenia di CSTO," tegasnya.

Pashinyan menyebut Armenia telah mengirimkan permintaan bantuan langsung dari CSTO pada bulan September. Namun hanya dipenuhi dengan janji untuk mengirim pengamat.

Lebih lanjut Pashinyan membandingkan dengan keputusan cepat CSTO saat mengirim pasukan ke Kazakhstan untuk membantu Presiden Kassym-Jomart Tokayev selamat dari gelombang kerusuhan pada Januari lalu.

Armenia dan Azerbaijan telah berselisih selama beberapa dekade atas Nagorno-Karabakh, daerah kantong yang diakui secara internasional sebagai bagian dari Azerbaijan tetapi sebagian besar dikendalikan oleh mayoritas penduduk etnis Armenia, dengan dukungan dari Yerevan.

Rusia mengirim 1.960 pasukan penjaga perdamaian ke daerah itu di bawah kesepakatan gencatan senjata 2020 tetapi hanya membuat sedikit kemajuan.

Armenia memperoleh dukungan dari aliansi CSTO yang beranggotakan Belarusia, Kazakstan, Kyrgyzstan dan Tajikistan dan Rusia. Di lain sisi, Azerbaijan mendapat dukungan dari Turki.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

Klaim Bahlil soal Energi Aman Patut Dipertanyakan

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:10

Kabut Perang Selimuti Wall Street, Nasdaq Jatuh Paling Dalam

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:09

Trump Perpanjang Jeda Serangan ke Iran

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:02

Tanpa Perencanaan, Pendatang Baru Berpotensi Jadi Beban

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:01

OJK Prediksi Sejumlah Bank Besar akan Naik Kelas ke KBMI IV pada 2026

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:45

Harga Emas Anjlok Tertekan Dolar AS dan Proyeksi Suku Bunga Tinggi

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:34

Bursa Eropa Tumbang, Indeks STOXX 600 Dekati Fase Koreksi

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:21

Pertama dalam Sejarah, Tanda Tangan Presiden Donald Trump akan Dicetak di Dolar AS

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:07

Ekonomi Indonesia: Makro Sehat, Mikro Sekarat

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:35

Bekas Kepala KSOP Belawan Jadi Tersangka Skandal PNBP

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:24

Selengkapnya