Berita

Dunia

Beijing Ungkap Penyebab Menurunnya Hubungan China-AS

RABU, 23 NOVEMBER 2022 | 13:29 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Washington adalah pihak yang memiliki peran atas menurunnya hubungan Beijing-Washington.

Kementerian Pertahanan China pada Selasa (22/11) waktu setempat memaparkan bagaimana Washington semakin membuat kekeacauan pada hubungan yang sudah rapuh itu.
Berbicara kepada televisi pemerintah China, CCTV, juru bicara Kementerian Pertahanan Tan Kefei mengungkapkan kepemimpinan AS mendasarkan kebijakannya terhadap China pada penilaian yang salah.
China, menurut Tan, tidak bisa disudutkan sebagai satu-satunya  'yang bersalah'.


"China tidak bisa disalahkan atas kesulitan bilateral saat ini," kata Tan, menyoroti ketegangan atas persoalan Taiwan.

Pada hari yang sama, Menteri Pertahanan China Wei Fenghe mengatakan kepada mitranya dari AS, Menteri Pertahanan Lloyd Austin bahwa Beijing memandang Taiwan sebagai salah satu kepentingan utama dan garis merah mereka.

“Resolusi Taiwan adalah urusan rakyat China, tidak ada kekuatan eksternal yang berhak ikut campur," kata Wei dalam pertemuannya dengan Austin di Kamboja.

Wei juga menyatakan harapan bahwa Washington akan menghormati kepentingan nasional Beijing dan mengadopsi pendekatan yang lebih rasional terhadap China – sesuatu yang dapat membalikkan tren negatif dalam hubungan bilateral.

Selama beberapa tahun terakhir, pemerintahan AS berturut-turut semakin kritis terhadap China, Washington saat ini bahkan secara terbuka mencapnya sebagai musuh strategis.

Ketegangan kedua negara juga meningkat tajam pada awal Agustus, ketika Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengunjungi Taiwan, yang dianggap China sebagai bagian dari wilayahnya.

Marah dengan kegagalan Washington untuk mengindahkan peringatannya, Beijing melakukan latihan militer besar-besaran di Selat Taiwan pada hari-hari berikutnya.

Taiwan secara de facto merdeka sejak 1949 ketika pihak yang kalah dalam Perang Saudara Tiongkok pindah ke pulau itu dan mendirikan pemerintahannya sendiri di sana.

Sesuai dengan prinsip Satu China, sebagian besar negara belum mengakui Taiwan sebagai negara merdeka. Namun, Taipei telah lama menikmati hubungan tidak resmi yang erat dengan beberapa negara, terutama AS. Washington selama bertahun-tahun telah memberi Taiwan senjata.

China, pada gilirannya, menegaskan bahwa pulau itu adalah bagian yang tidak dapat dicabut dari wilayahnya.

Presiden Xi Jinping telah berulang kali menyebut 'penyatuan kembali' Taiwan dengan daratan sebagai salah satu tujuan utama Beijing. Dia juga memperjelas bahwa China tidak mengesampingkan opsi militer jika semua jalan lain gagal.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Jadi Tersangka Tanpa Diperiksa, Pakar: Bertentangan dengan Konstitusi

Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:18

BPKH Harus Diperkuat demi Jaga Keberlanjutan Keuangan Haji

Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:12

Maroko dan Prancis Perkuat Kemitraan, 11 Perjanjian Baru Disepakati

Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:02

Halaqah Pra-Muktamar Bahas Arah Kepemimpinan NU di Abad Kedua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:02

Catatan Akhir Pekan Saham MD Entertainment: Terkoreksi, tapi Magnetnya Belum Pudar

Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:00

Cara Nonton Final Piala Dunia 2026, Spanyol Vs Argentina

Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:49

Nelayan Pulau Panggang Kesulitan BBM

Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:45

China dan RI Perkuat Kerja Sama Ekonomi, Airlangga: KEK Batang Jadi Fokus Investasi

Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:30

Sektor Teknologi dan Energi Topang Reli Indeks Kompas100 Sepekan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:14

Enam Titik Penginapan Siap Tampung Ribuan Peserta Muktamar NU

Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:01

Selengkapnya