Berita

Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat meninjau korban gempa di Cianjur/Ist

Nusantara

Update Gempa Cianjur, Ridwan Kamil: 162 Orang Meninggal Dunia 326 Luka-luka, Mayoritas Anak-anak

SELASA, 22 NOVEMBER 2022 | 05:18 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Korban gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terus bertambah. Seperti update yang disampaikan Gubernur Jabar Ridwan Kamil, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), korban meninggal dunia akibat gempa bumi pada Senin siang (21/11) itu telah mencapai 162 orang.

"Tercatat di call center BPBD ada 162 meninggal dunia, 326 luka-luka, mayoritas patah tulang karena tertimpa reruntuhan atau benda tajam," kata Ridwan Kamil, saat konferensi pers di Kabupaten Cianjur, Senin malam (21/11).

Selanjutnya, ada sebanyak 13.784 pengungsi yang tersebar di beberapa titik. Sebanyak 2.345 rumah juga hancur akibat bencana gempa bumi ini.


Mantan Walikota Bandung itu mengungkapkan, korban meninggal dunia akibat gempa tersebut mayoritas anak-anak. Pasalnya, gempa terjadi sekira pukul 13.21 WIB, saat kondisi anak-anak sedang pulang dari sekolahnya.

"Mayoritas yang meninggal dunia adalah anak-anak. Saya prihatin juga karena peristiwa yang terjadi saat anak-anak sedang pulang sekolah umum, melanjutkan sekolah di madrasah sehingga terjadi di beberapa pesantren," jelasnya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Untuk penanganan korban, Ridwan Kamil menambahkan, dilakukan di tiga rumah sakit. Yakni RSUD Sayang Cianjur, RSUD Cimacan, dan RS Bhayangkara Polri Cianjur.

Namun demikian, para korban juga diupayakan untuk ditangani di rumah sakit wilayah lain, seperti di Sukabumi atau Bandung. Tujuannya adalah untuk menghindari penanganan medis di luar ruangan. Seperti di RSUD Cianjur, di mana para korban ditangani di tempat parkir menggunakan tenda untuk mengantisipasi gempa susulan.

Di samping itu, pihaknya juga memastikan bahwa seluruh infrastruktur evakuasi sudah berdatangan. Rencananya, evakuasi korban gempa yang tertimpa reruntuhan akan kembali dilakukan Selasa pagi ini (22/11).

"Alat-alat berat dari TNI sudah disiapkan, pasukan TNI-Polri juga sudah disiapkan. Dapur-dapur umum malam ini sudah siap, akan dihadirkan sesuai titik pengungsian. Jadi rencana aksi evakuasi dari mulai matahari muncul besok pagi, kita akan lakukan secepatnya," pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Demi Penataan Kawasan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:59

Lahan Huntap Korban Bencana Harus Segera Dituntaskan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:52

Ini Identitas Delapan Orang dan Barbuk OTT Pejabat Pajak Jakut

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:12

Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:58

Pelapor Pandji Dianggap Klaim Sepihak dan Mencatut Nama NU

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30

Romantisme Demokrasi Elektoral dan Keliru Baca Kedaulatan

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:08

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:45

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:23

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Klok Dkk Siap Melumat Persija Demi Amankan Posisi

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:40

Selengkapnya