Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Akademisi Unkhair Akui Pemerintahan Jokowi Konsisten Wujudkan Pemerataan

SENIN, 21 NOVEMBER 2022 | 21:16 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Pemerintahan Presiden Joko Widodo diakui konsisten dalam mewujdukan pemerataan. Sejak periode awal hingga memasuki masa akhir jabatannya, Jokowi terus mendorong pemerataan di seluruh daerah.

Komitmen Jokowi merealisasikan pemerataan pembangunan mendapat banyak apresasi dari berbagai kalangan. Dari kalangan akademisi, pujian disampaikan oleh pendidik di Universitas Khairun (Unkhair), Kota Ternate, Dr Ridha Ajam.

Ridha melihat bahwa Jokowi sangat memprioritaskan pemerataan demi kemajuan suatu daerah. Hal tersebut mendorong berbagai aspek kehidupan masyarakat seperti ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan juga turut meningkat.


“Kita harus akui bahwa pemerintah sangat memprioritaskan pembangunan demi pemerataan. Sehingga daerah-daerah harus memanfaatkan peluang ini untuk membangun daerahnya sendiri,” ujar Ridha dalam keterangan tertulis, Senin (21/11).

Ridha juga melihat bahwa Jokowi berhasil menjalankan strategi untuk menghadirkan pemerataan di Tanah Air. Yaitu dengan membangun wilayah-wilayah yang sebelumnya minim tersentuh pembangunan.

Menurut Ridha, kebijakan yang diambil Jokowi tersebut sudah sangat tepat. Sebab pemerataan dapat diwujudkan jika seluruh wilayah di Indonesia dapat tersebtuh infrastruktur yang memadai.

“Saya melihat sekarang pembangunan supaya ada pemerataan ke depan. Maka oleh pemerintah pusat Pak Jokowi difokuskan kepada daedah-daerah yang mengalami keterlambatan pembangunan. Dalam hal ini wilayah timur,” pungkasnya.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya