Berita

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov/Net

Dunia

Visa Menlu Sergey Lavrov Ditolak Polandia, Rusia Terancam Tak Bisa Hadiri OSCE

MINGGU, 20 NOVEMBER 2022 | 10:08 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Rusia dibuat geram dengan keputusan Polandia yang enggan mengeluarkan visa kepada Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov yang berencana mengikuti pertemuan Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE) bulan depan.

Kementerian Luar Negeri Rusia pada Sabtu (19/11) mengkritik keras kepemimpinan OSCE yang saat ini dipegang oleh Polandia. Rusia mengatakan Warsawa telah menghancurkan pilar dan prinsip konsensus OSCE.

"Sebagian besar acara penting OSCE dibatalkan atau diadakan dalam format pengganti, memiliki agenda non-konsensus dan bahkan merusak, serta aturan serta prosedur dilanggar dan kekacauan merajalela di badan pengelola OSCE," kata pernyataan itu, seperti dikutip Anadolu Agency.


Kemlu Rusia juga menyebut Polandia telah menunjukkan ketidakmampuannya untuk mengelola posisi yang bertanggung jawab dengan mendiskreditkan dirinya sendiri dan menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki pada kredibilitas organisasi secara keseluruhan.

"Menjadi semakin jelas bahwa OSCE dibutuhkan oleh para fanatik 'tatanan berbasis aturan' bukan sebagai kesempatan untuk dialog yang setara dan saling menghormati tentang masalah serius keamanan Eropa, tetapi terutama sebagai platform untuk pertunjukan politik dan latihan anti-Rusia," jelas Kemlu Rusia.

"Mereka hampir mengubah institusi OSCE utama menjadi lelucon, tampaknya tanpa memikirkan apakah mungkin untuk mengembalikannya ke keadaan normal," tambahnya.

Menurut Rusia, Polandia juga memblokir Rusia dari Majelis Parlemen OSCE yang ditetapkan pada 24-26 November. Sementara pertemuan para menlu OSCE dijadwalkan pada 1-2 Desember di Lodz, Polandia.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya