Berita

Kondisi jalan-jalan Malaysia yang dipenuhi bendera koalisi/Net

Dunia

Pemilu Diprediksi Berjalan Alot, Berikut Empat Kandidat Kuat PM Malaysia

SABTU, 19 NOVEMBER 2022 | 12:02 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemilihan umum parlemen yang diselenggarakan Malaysia pada Sabtu (19/11), diprediksi akan berlangsung cukup ketat karena suara diperkirakan akan terbagi ke tiga blok dan partai-partai kecil lainnya.

Ketiga koalisi kuat pada pemilu tahun ini, terdiri dari petahana Ismail Sabri Yaakob, pemimpin oposisi lama Anwar Ibrahim, dan mantan pemimpin Muhyiddin Yassin.

Tempat pemungutan suara dalam pemilu Malaysia ke 15 itu telah dibuka tepat pukul 08.00 waktu setempat.


Dimuat Reuters, koalisi yang mendapatkan kursi terbanyak di parlemen akan menjadikan pemimpinnya sebagai Perdana Menteri terpilih.

Berikut empat calon PM yang akan bertarung pada pemilu Malaysia ke-15 yang digelar setahun lebih cepat setelah pembubaran parlemen bulan lalu.


Ismail Sabri Yaakoob

Petahana Ismail merupakan PM yang baru saja membubarkan parlemennya dan bertahan selama 14 bulan saja sejak terpilih.

Ia kembali menjadi kandidat calon dari koalisi Barisan Nasional (BN) yang selalu memenangkan pemilu Malaysia, dan hanya pernah kalah satu kali.

Namun sejak pemimpin koalisi BN sekaligus mantan PM, Najib Razak terlilit kasus korupsi 1MDB bernilai miliaran dolar, Ismail menjadi kesulitan meyakinkan rakyat untuk memilih barisannya.

Pria yang berusia 62 tahun itu berasal dari partai United Malays National Organization (UMNO) dan memimpin BN dengan memprioritaskan  kepentingan komunitas etnis Melayu yang dominan di Malaysia yang
multietnis dan mayoritas Muslim.

Tetapi sejumlah jajak pendapat yang dirilis Merdeka Center pada Jumat (18/11), menunjukkan jika koalisi BN masih tertinggal di belakang koalisi Anwar.


Anwar Ibrahim
Pemimpin koalisi Pakatan Harapan (PH) itu pernah menggulingkan BN dari kekuasaanya pada 2018 lalu.

Anwar telah lama mengincar kursi PM sejak dirinya menjabat sebagai wakil PM dan menteri keuangan di masa kepemimpinan Mahathir Mohamad pada 1990-an.

Keduanya berselisih hingga Anwar memimpin protes besar-besaran terhadap Mahatir dan menyerukan reformasi Malaysia.

Pada 2018, Anwar dan Mahathir berbaikan dan bersatu mengalahkan BN. Namun aliansi mereka runtuh kurang dari dua tahun kemudian karena pertikaian atas janji Mahathir
untuk menyerahkan kekuasaan kepada Anwar.

Pria berusia 75 tahun itu telah menghabiskan sekitar satu dekade di penjara atas tuduhan sodomi dan korupsi bermotivasi politik.

Menurut survey Merdeka Center, PH memperoleh 82 kursi dan mengungguli aliansi Perikatan Nasional (PN)  Muhyiddin dengan 43 kursi dan BN Ismail dengan 15
kursi.


Muhyiddin Yasin
Muhyiddin yang berusia 75 tahun itu pernah menjabat sebagai wakil PM dan menjalani pengobatan kanker pankreas pada 2018.

Koalisi Perikatan Nasional (PN) yang dipimpin Muhyiddin menjadi aktor penting dari runtuhnya PH pada 2020 lalu.

Beberapa analis politik memperkirakan jika Muhyiddin telah memenangkan dukungan penting dari mayoritas Melayu dan mengambil beberapa suara
pendukung BN.

Sebab koalisi PN memprioritaskan kepentingan Melayu dan termasuk partai Islam PAS, yang menyerukan hukum Islam syariah.


Ahmad Zahid Hamid
Meski Ismail adalah Ismail adalah calon perdana menteri resmi untuk BN, tetapi ada spekulasi kuat bahwa Zahid yang memimpin koalisi dan mencoba mencalonkan diri jika aliansinya menang.

Namun mantan wakil perdana menteri itu membantah rumor tersebut.

Bulan ini Zahid berhasil membersihkan koalisi dari beberapa anggota lama yang bersekutu dengan Ismail dan mencoret mereka sebagai kandidat pemilu.

Pria berusia 69 tahun itu pernah diadili karena kasus korupsi, namun mengaku tidak terlibat di dalamnya.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

Klaim Bahlil soal Energi Aman Patut Dipertanyakan

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:10

Kabut Perang Selimuti Wall Street, Nasdaq Jatuh Paling Dalam

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:09

Trump Perpanjang Jeda Serangan ke Iran

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:02

Tanpa Perencanaan, Pendatang Baru Berpotensi Jadi Beban

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:01

OJK Prediksi Sejumlah Bank Besar akan Naik Kelas ke KBMI IV pada 2026

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:45

Harga Emas Anjlok Tertekan Dolar AS dan Proyeksi Suku Bunga Tinggi

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:34

Bursa Eropa Tumbang, Indeks STOXX 600 Dekati Fase Koreksi

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:21

Pertama dalam Sejarah, Tanda Tangan Presiden Donald Trump akan Dicetak di Dolar AS

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:07

Ekonomi Indonesia: Makro Sehat, Mikro Sekarat

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:35

Bekas Kepala KSOP Belawan Jadi Tersangka Skandal PNBP

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:24

Selengkapnya