Berita

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (Laksamana), Samuel F Silaen/Net

Politik

Jelang Munas HIPMI, Samuel Silaen: Menang Jangan Jumawa, Kalah Jangan Patah Arang

KAMIS, 17 NOVEMBER 2022 | 16:52 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Himpunan Pengsaha Muda Indonesia (HIPMI) akan menggelar Musayawarah Nasional (Munas) ke-XVII yang akan berlangsung di Kota Solo, 21-23 November 2022.

Ada tiga kandidat calon ketua umum HIPMI yang akan bertanding. Mereka adalah Anggawira yang merupakan Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan BPP HIPMI, Akbar Himawan Buchari selaku Wakil Ketua Umum BPP HIPMI, dan Bagas Adhadirgha yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal BPP HIPMI.

"Siapa sosok atau figur yang akan terpilih sebagai Ketum HIPMI di Munas nanti masih on proses. Sebab ketiga kandidat sama-sama mengklaim sudah kantongi dukungan mayoritas suara dari BPD HIPMI daerah seluruh Indonesia," kata Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (Laksamana), Samuel F Silaen, Kamis (17/11).


Silaen mengatakan, ada lima syarat utama yang harus dimiliki kandidat calon ketua umum. Pertama, memiliki knowledge. Kedua, memiliki kebaikan hati (empati). Ketiga, memiliki finansial yang kuat (cukup). Keempat, memiliki jaringan yang luas dan kelima, memiliki kerendahan hati.

"Sesungguhnya dalam setiap kontestasi itu pasti ada yang menang dan kalah. Jadi bagi yang menang jangan jumawa dan yang kalah jangan pula patah arang," lanjut mantan fungsionaris BPP HIPMI itu.

Ia lantas menyinggung sosok Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Presiden, kata Silaen, bukan mantan ketua umum BPP HIPMI namun bisa menjadi orang nomor satu di Indonesia.

"Artinya jika tidak jadi ketua umum HIPMI pun bukan berarti tidak bisa jadi something else matters. Jadi semua sudah ada suratan hidup masing-masing orang," tandasnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Analisis di Balik Penerimaan Eksepsi Dokter Tifa

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:52

Legislator PDIP Desak Pemerintah Benahi Infrastruktur Hulu Migas

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:34

Panglima TNI: Perang Narasi Salah Satu Ancaman Paling Berbahaya Saat Ini

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:17

PABPDSI Kawal Program Nasional Hingga ke Desa Lewat 8 Satgas Asta Cita

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:55

MBG dan Peluang Besar Bangun Ekonomi Desa

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:30

Pemerintah Buka Opsi Biayai Utang Proyek Whoosh Pakai Panda Bond

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:05

Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar, DPR Minta Eks Dirut KBS Dihukum Berat

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:45

Lulus S2 Hukum, Mikael Saragih Ungkap PR Hukum Indonesia Tak Lagi soal Kekurangan UU

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:37

BEM Kristiani Se-Indonesia Desak Kejagung Segera Tangkap Febrie Adriansyah

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:16

Polri dan FBI Sepakat Perkuat Kerja Sama Penanganan Kejahatan Transnasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:03

Selengkapnya