Berita

Cuitan YouTuber Inggris, Mahyar Tousi yang dianggap menghina kain endek Bali Indonesia/Net

Dunia

Hina Batik Endek yang Dipakai Pemimpin G20, YouTuber Inggris Minta Maaf

KAMIS, 17 NOVEMBER 2022 | 16:26 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Permohonan maaf akhirnya dilayangkan oleh YouTuber asal Inggris, Mahyar Tousi, setelah menghina batik tenun endek Bali yang dipakai oleh sejumlah pemimpin dunia selama gala dinner G20 pada Selasa malam (15/11).

Lewat akun Twitter-nya pada Kamis (17/11), Tousi menyampaikan permintaan maaf karena tidak sengaja menghina pakaian tradisional Indonesia itu. Ia juga menyebut pernyataannya sekadar lelucon belaka.

"Sekali lagi, saya mohon maaf atas kesalahan saya yang tidak sengaja membuat lelucon tentang pemimpin G20 yang mengenakan pakaian tradisional Indonesia. Kami di Inggris membuat lelucon tentang Sunak dan Trudeau yang memakainya, tidak memiliki niat buruk dan tidak mengetahui budayanya," cuit Tousi.


Melalui sebuah unggahan pada Rabu (16/11), Tousi membuat cuitan dengan menyertakan foto sejumlah pemimpin mengenakan pakaian endek Bali. Di dalamnya terdapat Presiden FIFA Gianni Infantino, Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak, dan pendiri World Economic Forum (WEF) Klaus Martin Schwab.

"Apa yang dipakai para idiot ini?!" tulis Tousi.

Alhasil cuitan tersebut memancing kemarahan warganet yang kemudian membanjiri Twitter Tousi dengan kecaman.

Sebelum menyampaikan permintaan maaf, Tousi mengaku telah menerima sejumlah ancaman dan pesan pembunuhan dari warga dan pejabat Indonesia akibat unggahannya itu.

Ia kemudian mengklarifikasi bahwa cuitannya ditujukan kepada para politisi yang ada dalam foto tersebut, bukan pada budaya Indonesia.

"Tidak ada niat untuk menghina tradisi budaya mana pun," ucapnya.

Saat ini cuitan tersebut sudah tidak terlihat di akun Twitter Tousi.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya