Berita

Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol/Net

Dunia

Inisiatif Solidaritas Korea-ASEAN, Strategi Baru Korsel Ciptakan Indo-Pasifik yang Bebas, Damai dan Makmur

KAMIS, 17 NOVEMBER 2022 | 09:56 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Korea Selatan memperkenalkan strategi barunya yang berfokus pada upaya mempromosikan Indo-Pasifik yang bebas, damai, dan makmur di tengah persaingan Amerika Serikat (AS) dan China, dengan ASEAN menjadi intinya.

Strategi ini diperkenalkan oleh Presiden Yoon Suk-yeol ketika menghadiri KTT ASEAN-Korea Selatan di Phnom Penh, Kamboja pada Jumat (11/11), sebelum mengikuti KTT G20 di Bali.

"Perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik berhubungan langsung dengan kelangsungan hidup dan kemakmuran kita," ujar Yoon, seperti dikutip Yonhap.


Indo-Pasifik menjadi fokus Yoon mengingat kawasan ini memiliki 65 persen populasi dunia dan menyumbang 60 persen produk domestik global.

"Saya berencana untuk menciptakan kawasan Indo-Pasifik yang bebas, damai, dan makmur melalui solidaritas dan kerjasama dengan ASEAN dan negara-negara besar lainnya," lanjut Yoon.

Adapun dalam strategi ini, Yoon mengurai beberapa elemen kunci, termasuk penguatan tatanan internasional berbasis aturan yang dibangun di atas nilai-nilai universal.

"Kami akan mempromosikan tatanan regional yang harmonis di mana negara-negara di kawasan saling menghormati hak dan kepentingan masing-masing, dan mencari keuntungan bersama," jelasnya.

Ia juga berjanji untuk bekerja mencegah konflik dan bentrokan bersenjata melalui aturan dan menegakkan prinsip resolusi damai melalui dialog.

"Perubahan status quo sepihak dengan paksa tidak boleh ditoleransi," tegasnya.

Lebih lanjut, Yoon berjanji untuk memperkuat kerjasama dengan negara-negara di kawasan di bidang nonproliferasi nuklir, anti-terorisme, serta keamanan maritim, siber dan kesehatan.

“Selain itu, saya akan membangun kawasan Indo-Pasifik yang makmur melalui tatanan ekonomi yang terbuka dan adil,” ucapnya.

Dalam hal ini, ia berencana untuk memperkuat ketahanan ekonomi dengan meningkatkan ketahanan rantai pasokan dan mencapai kemakmuran bersama dengan menciptakan ekosistem ekonomi dan teknologi yang kooperatif dan inklusif.

“Berdasarkan tiga visi utama kebebasan, perdamaian dan kemakmuran, dan di bawah tiga prinsip kerja sama utama yaitu inklusivitas, kepercayaan, dan timbal balik, kami akan menerapkan strategi Indo-Pasifik,” ujar Yoon.

Kantor kepresidenan mengatakan ini adalah pertama kalinya Korea Selatan menyajikan strategi diplomatik khusus untuk Indo-Pasifik.

Di samping itu, Yoon juga mempresentasikan rencana khusus ASEAN, yang disebut Korea-ASEAN Solidarity Initiative (KASI) atau Inisiatif Solidaritas Korea-ASEAN, yang akan membentuk komponen inti dari strategi Indo-Pasifik.

Sebagai bagian dari inisiatif, ia mengusulkan agar Korea dan ASEAN mengadakan dialog strategis yang lebih aktif antara saluran diplomatik mereka dan pertemuan rutin menteri pertahanan.

Secara khusus, Yoon merujuk ancaman langsung dan serius yang ditimbulkan oleh program nuklir dan rudal Korea Utara kepada masyarakat internasional dan meminta agar ASEAN bekerja sama untuk membuat Korea Utara memilih jalan perdamaian dan koeksistensi, bukan konfrontasi dan konflik.

Pada kerja sama ekonomi, Yoon menyerukan untuk meningkatkan perjanjian perdagangan bebas Korea Selatan-ASEAN untuk memasukkan perdagangan digital dan berjanji untuk memperkuat kerjasama di bidang kendaraan listrik, baterai dan teknologi digital, yang semuanya sangat diminati di antara negara-negara ASEAN.

Yoon berjanji untuk mendukung berbagai proyek dan kemitraan yang dirancang untuk mengatasi perubahan iklim dan masalah lingkungan, termasuk pembentukan pusat netralitas karbon dan transformasi hijau Korea Selatan-ASEAN yang akan dimulai pada 2024.

Ia juga secara resmi mengusulkan agar kedua pihak meningkatkan hubungan mereka menjadi kemitraan strategis komprehensif (Comprehensive Strategic Partnership/CSP) pada peringatan 35 tahun pembentukan kemitraan dialog pada tahun 2024.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya