Berita

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir/Net

Politik

Muhammadiyah Ingin Presiden Mendatang Punya Visi Misi Kebangsaan

RABU, 16 NOVEMBER 2022 | 18:17 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Tahun politik yang akan kembali digelar pada 14 Februari 2024 mendatang, diharapkan perserikatan Muhammadiyah bisa melahirkan pemimpin yang memiliki visi misi ke depan untuk Bangsa Indonesia.

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan, Pemilu Serentak 2024 sudah seharusnya tidak hanya dianggap sebagai kontestasi politik belaka.

"Kita perlu perhatian pada 2024 bukan hanya sebagai kontestasi politik," ujar Haedar dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (16/11).


Dia mengungkapkan, bagi Muhammadiyah Pemilu Serentak 2024 merupakan bagian dari proses transformasi kebangsaan. Karena dia melihat, selama 24 tahun pasca reformasi Indonesia justru membawa proses demokratisasi ke arah yang lebih liberal.

"Bahkan sangat liberal, tapi kok kita seperti kehilangan visi masa depan yang menyangkut kenegarawanan," tuturnya.

Karena itu, dirinya memandang satu urgensiviitas bagi bangsa untuk mendapatkan sosok pemimpin yang memang memiliki cita-cita kebangsaan yang sesuai dengan para founding fathers.

"Siapa pun, baik itu yang akan menjadi calon presiden (atau) wakil presiden, anggota legislatif pusat sampai daerah, bahkan penyelenggara pemilu, badan pengawas pemilu, dan lembaga-lembaga lain, itu mereka harus secara kolektif membuka lagi lembaran konstitusi kita dan sejarah bangsa," ucapnya.

"Agar apa? Agar mereka betul-betul paham bahwa bahtera Indonesia ini bukan hanya soal kemenangan politik, dan demokratisasi, tetapi nilai-nilai cita-cita kebangsaan yang diletakkan para pendiri bangsa," demikian Haedar.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya