Berita

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky ketika berpidato secara virtual di KTT G20 pada Selasa, 15 November 2022/Net

Dunia

Zelensky Salahkan Rusia Atas Kematian Enam Juta Hewan Peliharaan Akibat Perang

SELASA, 15 NOVEMBER 2022 | 15:08 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Perang yang belum berakhir di Ukraina tidak hanya berdampak pada manusia saja. Ekosistem lingkungan dan makhluk hidup lainnya juga turut menjadi korban.

Ratusan bahkan jutaan hewan telah mati akibat tembakan peluru, serangan rudal dan bom yang dilancarkan selama agresi Rusia berlangsung.

Dalam pidato yang ditayangkan secara virtual di KTT G20 pada Selasa (15/11), Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mencatat enam jutaan hewan peliharaan yang ada di negaranya telah mati akibat perang.


"Bayangkan saja ini, akibat agresi Rusia, enam juta hewan peliharaan mati. Enam juta! Ini adalah data resmi," tegasnya.

Selain akibat tembakan dan bom, Zelensky menyebut pencemaran lingkungan juga menjadi salah satu penyebab utama dari kematian hewan peliharaan dan ratusan lumba-lumba di dekat laut hitam.

"Setidaknya 50 ribu lumba-lumba terbunuh di dekat Laut Hitam," ujarnya.

Zelensky menjelaskan pencemaran di Laut Hitam terjadi akibat banyaknya fasilitas perawatan limbah yang diledakkan dan depot pengisian minyak serta pabrik kimia yang terbakar.

Padahal menurut Zelensky, baik dirinya maupun Putin sama-sama mengetahui kerusakan lingkungan juga akan berdampak buruk kepada Rusia melalui Laut Hitam.

"Meskipun semua orang di Moskow tahu bahwa ini merupakan ancaman tidak hanya bagi sungai-sungai di wilayah Donetsk, tetapi juga bagi Laut Azov, dan karenanya bagi cekungan Laut Hitam," jelasnya.

Tak hanya mencemari air, perang juga telah menciptakan polusi udara dan ratusan ribu tanah yang kini telah terkontaminasi zat berbahaya yang tak layak dihuni manusia, bahkan hewan sekali pun.

"Jutaan hektar hutan dibakar oleh penembakan. Hampir dua ratus ribu hektar tanah kita tercemar ranjau dan peluru yang belum meledak," ucap Zelensky.

Selama forum G20, Zelensky menekankan agar semua anggota yang hadir mampu menemukan jalan keluar bersama dari semua ancaman terhadap lingkungan yang disebabkan oleh perang.

Menurutnya, hanya dengan mengakhiri perang dan mengembalikan wilayah pendudukan pada Ukraina lah yang mampu memulihkan pencemaran dan menyelamatkan seluruh ekosistem lingkungan.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Pernah Tembak Mati Perampok Toko Emas, Eks Kapolres Jakbar Kini Jabat Kapolda Papua Barat

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:17

PIEP Datangkan 450 Ribu Barel Minyak dari Aljazair

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:07

Din Syamsuddin Tawarkan Konsep Etika Global Bersama di Forum Internasional Mauritius

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:05

KSP Kawal Ketat Kopdes Merah Putih hingga Capai Target

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:04

Strategi Pertamina Trans Kontinental Jaga Stabilitas Kinerja 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:49

Lebih dari 42 Ribu Warga Ikut Pilih Logo HUT RI ke-81

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:40

Ketika Demonstrasi Punya Harga, yang Mati Bukan Hanya Integritas Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:34

Forum Bersama Raja Charles III, Jumhur Bicara Kebijakan Pengelolaan Limbah

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:30

Menkop Gandeng KSP Percepat Operasionalisasi Kopdes

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:23

AKBP Supriyanto jadi Kapolres Pertama Kawasan IKN

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:20

Selengkapnya