Berita

Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Joe Biden berjabat tangan sebelum pertemuan mereka di sela-sela KTT G20 di Bali, Indonesia, pada Senin 14 November 2022/Net

Dunia

Sepakat Cegah Hubungan Lebih Keruh, Xi dan Biden akan Sering Komunikasi

SELASA, 15 NOVEMBER 2022 | 12:38 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pertemuan yang berlangsung selama tiga jam antara Presiden China, Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden menjelang KTT G20 di Bali, menjadi awal dari upaya stabilisasi hubungan antar negara.

Di tengah perbedaan pendapat soal hak asasi manusia (HAM), invasi Rusia ke Ukraina, dan dukungan independensi Taiwan, Biden dan Xi sepakat untuk memperbaiki hubungan keduanya dan akan lebih sering melakukan komunikasi.

"Kedua pemimpin sepakat untuk memberdayakan pejabat senior kunci untuk menjaga komunikasi dan memperdalam upaya konstruktif pada banyak isu," ungkap laporan Gedung Putih, pada Senin (14/11).


Biden dan Xi juga setuju untuk menjaga persaingan keduanya dalam politik internasional, terutama Taiwan tidak sampai mengarah pada konflik dan dilakukan dengan penuh tanggung jawab.

"Kompetisi ini tidak boleh mengarah ke konflik dan menggarisbawahi bahwa Amerika Serikat dan China harus mengelola kompetisi secara bertanggung jawab dan menjaga jalur komunikasi yang terbuka," jelas Gedung Putih.

Melalui dialog tiga jam tersebut juga, kerjasama perubahan iklim, ekonomi, restrukturasi utang, kesehatan dan ketahanan pangan global akan kembali dilanjutkan pembahasannya oleh kedua negara.

"Mereka menyambut baik upaya berkelanjutan untuk mengatasi masalah-masalah spesifik dalam hubungan bilateral AS-China, dan mendorong kemajuan lebih lanjut dalam mekanisme yang ada ini, termasuk melalui kelompok kerja bersama," ungkapnya.

Langkah lebih lanjut untuk  komunikasi kedua negara akan dilakukan dengan mengirimkan  Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken ke Beijing.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

Klaim Bahlil soal Energi Aman Patut Dipertanyakan

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:10

Kabut Perang Selimuti Wall Street, Nasdaq Jatuh Paling Dalam

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:09

Trump Perpanjang Jeda Serangan ke Iran

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:02

Tanpa Perencanaan, Pendatang Baru Berpotensi Jadi Beban

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:01

OJK Prediksi Sejumlah Bank Besar akan Naik Kelas ke KBMI IV pada 2026

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:45

Harga Emas Anjlok Tertekan Dolar AS dan Proyeksi Suku Bunga Tinggi

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:34

Bursa Eropa Tumbang, Indeks STOXX 600 Dekati Fase Koreksi

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:21

Pertama dalam Sejarah, Tanda Tangan Presiden Donald Trump akan Dicetak di Dolar AS

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:07

Ekonomi Indonesia: Makro Sehat, Mikro Sekarat

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:35

Bekas Kepala KSOP Belawan Jadi Tersangka Skandal PNBP

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:24

Selengkapnya