Berita

Presiden Joko Widodo beserta pemimpin ASEAN Plus Three pada KTT ke-25 APT di Hotel Sokha, Phnom Penh, Sabtu (12/11)/Net

Dunia

Jokowi Yakin Kerjasama ASEAN Plus Three Mampu Hadapi Krisis

MINGGU, 13 NOVEMBER 2022 | 06:08 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)  ASEAN Plus Three (APT) ke-25, menjadi agenda pertama yang dihadiri Presiden RI, Joko Widodo selama kunjungan Phnom Penh, Kamboja pada Sabtu (12/11).

Melihat sepak terjang kerjasama yang terjalin antara ASEAN dengan tiga mitra Asia Timur-nya yakni China, Jepang dan Korea Selatan. Jokowi yakin jika APT akan kembali berhasil mengatasi krisis yang dihadapi saat ini.

"APT lah yang menyelamatkan kita dari krisis keuangan global 2008. Solidaritas dan kerja sama yang membuat ekonomi kawasan mampu bertahan. Sekarang kita kembali diuji dengan krisis global yang lebih dahsyat. Saya sangat percaya dengan spirit yang sama kita mampu menghadapi krisis saat ini,” ujarnya.


Dengan optimisme tersebut, Jokowi mengajak APT untuk berkomitmen menghadapi krisis bersama yang tiga bidang penting yakni ketahanan pangan, resesi ekonomi, serta stabilitas keamanan dan perdamaian kawasan.

Pertama, mengenai krisis pangan, Jokowi menilai masalah ini harus segera dihindari dengan memperkuat ketahanan pangan kawasan dan peningkatan cadangan beras darurat APT.

"Teknologi produksi beras berkelanjutan mutlak diperlukan dan kapasitas produksi juga harus diintegrasikan dengan sistem logistik anggota APT demi amankan rantai pasok dan stabilkan harga beras," jelas Jokowi.

Kedua, resesi ekonomi kawasan juga harus dihindari dan stabilisasi keuangan harus tercapai.

"Sinergi berbagai perangkat finansial APT harus dijalankan khususnya Chiang Mai Initiative Multilateralisation. Ketika ada ancaman krisis finansial, sinergi ini memungkinkan kita untuk peroleh early warning dan dukungan likuiditas,” ujarnya.

Ketiga, diperlukan upaya bersama dari seluruh anggota APT untuk ikut menjaga stabilitas, keamanan dan perdamaian kawasan.

"Kompetisi harus dikelola dengan baik sehingga tidak berubah menjadi konflik, dan hukum internasional harus selalu dihormati,” tegasnya.

Jokowi  sangat yakin jika APT mampu melakukan semua hal tersebut, maka kawasan akan terus menjadi epicentrum of growth.

KTT Asean Plus Three ke-25  dihadiri oleh para pemimpin ASEAN, seperti Perdana Menteri (Premier) China, Li Keqiang, Presiden Korea Selatan, Yoon Seok-yeol, dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida.

Presiden Jokowi tidak sendiri, ia hadir dalam KTT bersama Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya