Berita

Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol/Net

Dunia

Korsel Bantah Tuduhan Senjata yang Dijualnya ke AS Digunakan Ukraina untuk Perang

JUMAT, 11 NOVEMBER 2022 | 18:07 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Korea Selatan menolak tuduhan bahwa alutsista yang dijualnya ke Amerika Serikat (AS) digunakan untuk Ukraina dalam perang melawan Rusia.

Baru-baru ini, The Wall Street Journal melaporkan, 100 ribu peluru artileri yang dijual Seoul ke Washington diberikan AS kepada Ukraina.

Dalam sebuah pernyataan yang dikutip AFP pada Jumat (11/11), Kementerian Pertahanan Korea Selatan memberikan klarifikasi terkait laporan tersebut.


Kemhan Korea Selatan mengatakan peluru tersebut dikirimkan ke AS bukan untuk diberikan ke Ukraina. Artinya, Washington menjadi pengguna terakhir dari alutsista tersebut.

"Untuk menebus kekurangan persediaan amunisi 155mm di AS, negosiasi sedang berlangsung antara AS dan Korea Selatan untuk mengekspor amunisi. Ini dilakukan di bawah premis bahwa Amerika Serikat akan menjadi pengguna terakhir," jelas Kemhan Korea Selatan.

Lewat pernyataan tersebut, Korea Selatan juga menegaskan kembali kebijakannya terhadap perang Rusia dan Ukraina. Seoul berjanji tidak akan mengekspor senjata mematikan kepada Ukraina, sebagai bagian dari upayanya untuk mempertahankan hubungan dengan Rusia.

Korea Selatan merupakan salah satu pengekspor senjata paling penting di dunia. Sementara kedekatan dengan AS membuat Korea Selatan terperosok dalam rumor bahwa Seoul membantu Washington memasok Ukraina dengan banyak senjata.

Terlebih pada Kamis (10/11), AS dilaporkan akan menyediakan paket bantuan keamanan baru senilai 400 juta dolar AS.

Paket tersebut termasuk rudal untuk sistem pertahanan udara HAWK, peluru artileri dan mortir, amunisi untuk peluncur roket presisi Himars, dan lebih dari 20 juta butir amunisi senjata ringan.

Selain Korea Selatan, baru-baru ini Polandia setuju untuk membeli tank dan howitzer produksi dalam negeri.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya