Berita

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba dan Menteri Luar Negeri Kamboja Prak Sokhonn di KTT ASEAN di Phnom Penh, Kamboja pada Kamis (10/11)/Net

Dunia

Tingkatkan Hubungan, Ukraina dan ASEAN Teken Perjanjian Kerjasama TAC

JUMAT, 11 NOVEMBER 2022 | 16:27 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Dalam upaya meningkatkan hubungan kerjasamanya dengan ASEAN, Ukraina akhirnya setuju untuk menandatangani Treaty of Amity and Cooperation (TAC) pada Kamis (10/11).

Kesepakatan itu dibuat selama acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-40 dan 41 di Kamboja yang digelar pada 10 hingga 13 November mendatang.

Menteri Luar Negeri Dmytro Kuleba, mewakili Ukraina untuk menandatangani Instrumen TAC dan resmi menjadi mitra ASEAN ke-50, di bawah kepresidenan Kamboja.


"Atas nama Ukraina, hari ini saya menandatangani instrumen aksesi Perjanjian Persahabatan dan Kerjasama dengan ASEAN di KTT Kamboja. Saya berterima kasih kepada anggota ASEAN, khususnya kepresidenan Kamboja, untuk mendukung tonggak penting dalam hubungan kita dengan ASEAN ini," kata Kuleba seperti dimuat ANI News.

Kuleba juga dikabarkan akan bertemu dengan Sekretaris Jenderal ASEAN Dato Lim Jock Hoi di sela-sela KTT ASEAN ke-40 dan 41.

Dimuat Agence Kampuchea Presse, Presidensi Kamboja di ASEAN tahun ini telah berhasil membawa tujuh negara baru untuk ikut menandatangani TAC.

Sekretaris Negara Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Kamboja (MFAIC), Kung Phoak pada Agustus lalu mengatakan, Kamboja menerima enam mitra baru yang menandatangani TAC dan bertambah Ukraina, menjadi tujuh.

"Ini merupakan pencapaian besar bagi Kamboja. Artinya dalam satu tahun kita memiliki hingga tujuh mitra yang menjadi anggota perjanjian ini. Ini tidak mudah untuk dicapai," ujarnya pada Kamis (10/11).

Kung Phoak mengatakan ASEAN terbuka untuk semua siapa pun yang ingin menjadi mitra ASEAN.

Untuk hubungan Ukraina-ASEAN, Kung Phoak menyebut saat ini masih dalam tahap awal, tetapi Ukraina dapat menjadi mitra potensial baru untuk hubungan yang saling menguntungkan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya