Berita

Perdana Menteri India, Narendra Modi dan Presiden AS, Joe Biden/Net

Dunia

Tolak Keberpihakan di Tengah Perang, India Posisikan Diri Jadi Teman untuk Semua Negara

JUMAT, 11 NOVEMBER 2022 | 08:32 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Di tengah tekanan global yang meningkat akibat perang dan dorongan keberpihakan pada salah satu kubu, tidak membuat India gentar dengan komitmen kebijakan luar negerinya pada perdamaian dan jalinan persahabatan dengan semua negara.

Kebijakan tersebut akan tetap diterapkan India, sebab rakyat menjadi prioritas utama yang akan diperjuangkan berkaitan dengan kesejahteraan dan pemenuhan pasokan.

Keputusannya untuk membeli minyak Rusia, menjadi bukti jika kebijakan yang diambil itu dilakukan demi rakyat, meskipun negara harus menghadapi kecaman dan ketidaksukaan Ukraina maupun Barat.


Terlepas dari kasus tersebut, India mampu menyeimbangkan hubungannya dengan sekutu Barat maupun Rusia dan menjadi negara dengan pasokan energi serta pangan yang tetap stabil ketika negara-negara lain dilanda krisis.

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken baru-baru ini mengatakan jika kerjasama yang dibangun dengan India merupakan salah satu yang paling penting di dunia.

"Kami telah membuat kemajuan nyata dalam meningkatkan kemitraan itu secara bilateral," ujarnya seperti dimuat ANI News pada Rabu (8/11).

Presiden Vladimir Putin juga mengatakan jika hubungan dengan India sangat erat selama beberapa dekade.

"Kami tidak pernah memiliki masalah yang sulit dan saling mendukung dan itu terjadi sekarang. Saya yakin itu akan terus terjadi di masa depan," kata Putin.

Pernyataan dua negara yang tidak harmonis tersebut membuktikan jika India tetap diperhitungkan sebagai teman dan akan selalu diakui seperti itu.

Meski posisi diplomasi dan perdagangan India cukup berpengaruh, tetapi negara itu memilih untuk tidak memanfaatnya secara semena-mena atau pun untuk memperoleh keuntungan yang tidak adil.

Prinsip ahimsa, atau non-kekerasan, yang telah dianut India selama berabad-abad terus memandu kebijakan luar negerinya bahkan hingga hari ini.

Negara-negara yang lebih kecil bahkan memuji India atas bantuannya yang tak tergoyahkan selama masa-masa paling sulit mereka, termasuk di masa pandemi.

Di PBB, Meksiko mengusulkan India untuk menengahi perdamaian antara Rusia-Ukraina dan menyarankan agar Perdana Menteri Narendra Modi dimasukkan dalam panel tersebut.

Penghormatan terhadap India di seluruh dunia terus tumbuh karena India mempertahankan kebijakan persahabatannya dengan semua, tidak ada kebencian terhadap siapa pun, dan dukungan untuk kemanusiaan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya