Berita

Protes di Iran atas kematian Mahsa Amini/Net

Dunia

Ribuan Demonstran di Iran Bakal Diadili di Pengadilan Revolusi

SELASA, 01 NOVEMBER 2022 | 08:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pihak berwenang Iran dilaporkan telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap 1.000 pengunjuk rasa kematian Mahsa Amini, wanita Iran-Kurdi berusia 22 tahun yang meninggal dalam tahanan polisi enam minggu lalu.

Kantor Berita IRNA melaporkan Senin (31/10) bahwa persidangan akan diadakan secara terbuka minggu ini, mengutip jaksa agung Teheran Ali Alqasi Mehr.

"Mereka yang berniat untuk melawan dan menumbangkan rezim bergantung pada orang asing dan akan dihukum sesuai dengan standar hukum," kata Gholam Mohseni Ejei, Ketua Mahkamah Agung negara itu.


“Tanpa ragu, hakim kami akan menangani kasus kerusuhan baru-baru ini dengan akurat dan cepat,” katanya.

Dikatakan bahwa mereka yang disebutkan namanya terlibat dalam tindakan subversif selama peristiwa baru-baru ini dan menghadapi tuduhan serius termasuk menyerang pejabat keamanan dan membakar properti publik.

Mereka akan diadili di Pengadilan Revolusi, IRNA melaporkan.

Amini meninggal setelah ditangkap oleh polisi moral karena cara dia berpakaian, mendorong pengunjuk rasa turun ke jalan menyerukan berakhirnya rezim.

Sejak itu, banyak demonstran telah terbunuh. Kelompok Aktivis Hak Asasi Manusia yang berbasis di Iran memperkirakan jumlah korban tewas lebih dari 270 orang.

Pengumuman Senin menandai konfirmasi pertama pemerintah bahwa para demonstran akan menghadapi tindakan hukum sejak gerakan itu dimulai pada 16 September lalu.

Teheran telah berulang kali mengatakan bahwa pasukan keamanannya tidak bertanggung jawab atas kematian Amini. Sementara itu beberapa pejabat tinggi di Iran menuding adanya campur tangan asing di balik gerakan anti-pemerintah.

Iran memiliki salah satu tingkat eksekusi tahanan tertinggi di dunia, menurut PBB, dengan banyak yang dihukum mati karena pelanggaran narkoba atau atas tuduhan bermotif politik.

Dalam beberapa tahun terakhir, Iran telah dituduh oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia mengeksekusi pengunjuk rasa secara rahasia dan, pada 2019, Kantor Hak Asasi Manusia PBB mengatakan Iran mengekstraksi pengakuan melalui penyiksaan, serta membunuh mereka yang dipenjara.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Perjalanan Karier Nanik S Deyang dari Jurnalis hingga Pimpin Dewan Pengawas BGN

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:23

Deklarasi Gus Kikin Maju Ketum PBNU Tuai Protes Sejumlah PCNU Jatim

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:13

Pesan Menag di FABC: Sinodalitas Gereja Cermin Musyawarah dan Gotong Royong

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:08

Prabowo Restui Pengunduran Diri Nanik dari BGN, Siapkan Dewan Pengawas Baru

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:06

Emas Antam Mulai Naik, Harga Buyback Tembus Rp2,38 Juta per Gram

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:51

Prabowo Puji Keterlibatan Perwira TNI-Polri dalam Penanganan Bencana Sumatera

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:51

Saat Jakarta jadi Jembatan Persaudaraan Asia

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:45

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.913 per Dolar AS Jelang Rilis Suku Bunga BI

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:34

KPK Bongkar Dugaan Penyamaran Aset Bupati Lombok Barat, Pasal TPPU Disiapkan

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:29

Ancaman Houthi Guncang Pasar, Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:24

Selengkapnya