Berita

Jurubicara PKS Muhammad Kholid/Net

Politik

PKS Hormati Demokrat Nilai AHY Pantas jadi Cawapres Anies di Pilpres 2024

JUMAT, 28 OKTOBER 2022 | 17:02 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Partai Keadilan Sekahtera (PKS) menghormati Partai Demokrat yang menilai bahwa Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tepat sebagai Cawapres untuk mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Pilpres 2024.

“Kami menghormati pandangan sahabat di Demokrat. Tentu wajar jika Mas AHY menjadi kandidat terbaik mendampingi Pak Anies di pilpres 2024,” ujar Jurubicara PKS Muhammad Kholid dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (28/10).

“Mas AHY muda, smart, dan punya tingkat keterpilihan yang baik,” sambungnya.


Namun demikian, Kholid juga menyebut pihaknya juga mempunyai jagoan yang tak kalah cocoknya untuk menjadi Cawapres Anies di Pilpres 2024, dalam hal ini mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau Aher.

“Kami memandang bahwa calon kami Ahmad Heryawan juga punya kriteria yang cocok buat Pak Anies,” tuturnya.

Kholid mengungkapkan, Ahmad Heryawan punya rekam jejak kepemimpinan yang sangat baik. Ratusan penghargaan dari dalam dan luar negeti beliau terima selama memimpin  Provinsi Jawa Barat.

Selama memimpin 10 tahun Jawa Barat adalah modal besar buat Aher untuk naik kelas memimpin Indonesia bersama Anies yang sukses memimpin Jakarta.

Selain itu, masih kata Kholid, Aher juga punya elektabilitas yang baik, terbukti terpilih dua kali di Jawa Barat.

“Itu tidak mudah lho ya. Jawa Barat kan provinsi terbesar di Indonesia. Penyumbang suara terbesar di Pilpres,” tuturnya.

“Selain itu, Suku Sunda itu suku terbesar kedua di Jawa. Kemenangan Aher dua kali di Jawa Barat itu menjadi basis teriori, bahwa beliau punya modal sosial dan politik yang teruji di lapangan bukan hanya di survei,” demikian Kholid.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya