Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Bukan Rusia atau Iran, China Ditetapkan Jadi Ancaman Nomer Satu Amerika

JUMAT, 28 OKTOBER 2022 | 12:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Meskipun ketegangan dengan Rusia mengalami peningkatan atas krisis Ukraina, para jenderal Amerika Serikat masih menetapkan China sebagai ancaman utama mereka.

Hal itu terungkap dalam laporan Strategi Pertahanan Nasional (NDS) 2022 yang dirilis Pentagon pada Kamis (27/10) waktu setempat.

“Tantangan paling komprehensif dan serius bagi keamanan nasional AS adalah upaya koersif dan agresif RRC (Republik Rakyat China) untuk membentuk kembali kawasan Indo-Pasifik dan sistem internasional agar sesuai dengan kepentingan dan preferensi otoriternya,” kata Pentagon dalam laporannya, seperti dikutip dari AFP, Jumat (28/10).


Pentagon mengklaim bahwa Beijing telah berusaha untuk melemahkan aliansi AS di Asia dan untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan militernya yang tumbuh untuk memaksa tetangganya dan mengancam kepentingan mereka.

Secara khusus, mereka menyoroti dugaan bahwa China telah menggunakan retorika dan paksaan yang semakin provokatif terhadap Taiwan, mengancam perdamaian dan stabilitas di kawasan itu.

“Ini adalah bagian dari pola yang lebih luas dari perilaku destabilisasi dan koersif RRT yang membentang di Laut China Timur, Laut China Selatan dan di sepanjang Garis Kontrol Aktual di perbatasan China-India," klaim laporan itu.

Menurut laporan, China telah memperluas dan memodernisasi hampir setiap aspek Tentara Pembebasan Rakyatnya, dengan fokus mengimbangi keunggulan militer AS.

"Karena investasi Beijing dalam meningkatkan persenjataan nuklirnya, AS menghadapi tantangan untuk menghalangi dua kekuatan besar yang memiliki kemampuan nuklir canggih dan beragam – China dan Rusia – menciptakan tekanan baru pada stabilitas strategis,” kata Pentagon.

Laporan itu juga menyebut Rusia sebagai ancaman akut, selangkah di bawah yang disajikan oleh China.

“Invasi Rusia yang tidak beralasan, tidak adil dan sembrono ke Ukraina menggarisbawahi perilakunya yang tidak bertanggung jawab,” kata Menteri Pertahanan Lloyd Austin dalam sebuah catatan yang menyertai NDS.

“Upaya untuk menanggapi serangan Rusia di Ukraina juga secara dramatis menyoroti pentingnya strategi yang memanfaatkan kekuatan nilai-nilai kami dan kekuatan militer kami dengan sekutu dan mitra kami," katanya.

Austin mengatakan bahwa tidak seperti China, Rusia tidak dapat secara sistematis menantang AS dalam jangka panjang.

"Beijing adalah satu-satunya pesaing di luar sana dengan niat untuk membentuk kembali tatanan internasional dan, semakin, kekuatan untuk melakukannya," tambah menhan AS.

Selain China dan Rusia, Pentagon juga mengidentifikasi Iran dan Korea Utara sebagai ancaman signifikan.

China sebelumnya telah dicap sebagai ancaman bagi keamanan AS.

“Kami menentang mentalitas Perang Dingin yang ketinggalan zaman dan pola pikir zero-sum,” kata juru bicara kementerian luar negeri China Mao Ning awal bulan ini.

Gesekan permusuhan Beijing dan Washington semakin memanas ketika Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengunjungi Taiwan pada Agustus. Hal itu berakibat fatal pada hubungan kedua negara saat China menanggapi kunjungan itu dengan memutuskan hubungan militer dan iklim dengan Amerika.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Perjalanan Karier Nanik S Deyang dari Jurnalis hingga Pimpin Dewan Pengawas BGN

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:23

Deklarasi Gus Kikin Maju Ketum PBNU Tuai Protes Sejumlah PCNU Jatim

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:13

Pesan Menag di FABC: Sinodalitas Gereja Cermin Musyawarah dan Gotong Royong

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:08

Prabowo Restui Pengunduran Diri Nanik dari BGN, Siapkan Dewan Pengawas Baru

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:06

Emas Antam Mulai Naik, Harga Buyback Tembus Rp2,38 Juta per Gram

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:51

Prabowo Puji Keterlibatan Perwira TNI-Polri dalam Penanganan Bencana Sumatera

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:51

Saat Jakarta jadi Jembatan Persaudaraan Asia

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:45

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.913 per Dolar AS Jelang Rilis Suku Bunga BI

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:34

KPK Bongkar Dugaan Penyamaran Aset Bupati Lombok Barat, Pasal TPPU Disiapkan

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:29

Ancaman Houthi Guncang Pasar, Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:24

Selengkapnya