Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

India Pertimbangkan Lanjutkan Pembelian Gandum dari Rusia

JUMAT, 28 OKTOBER 2022 | 08:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

India dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan pembelian gandum dari Rusia dengan tujuan memproses dan mengekspornya kembali.

Keputusan tersebut kabarnya dipandang sebagai cara bagi New Delhi untuk meningkatkan ekspornya sendiri.

India sebelumnya membeli gandum dari Ukraina, Rusia, dan Australia tetapi saat ini mereka telah berhenti mengimpor gandum, menurut sumber yang dekat dengan Kementerian Pertanian India kepada TASS.


Keputusan untuk menghentikan pembelian itu dikatakan tidak ada hubungannya dengan konflik militer yang sedang berlangsung antara Rusia dan Ukraina.

“Mulai tahun 2018, India meluncurkan program negara untuk meningkatkan ekspor nasional dan membatasi impor pertanian secara tajam untuk mendukung produsen dalam negeri,” kata sumber tersebut, menambahkan bahwa sejak itu negaranya telah sepenuhnya menghentikan impor gandum dan kacang polong kuning.

Sebaliknya, India dilaporkan mencari untuk mendirikan usaha patungan di negara itu untuk memproses gandum Rusia menjadi tepung dan barang-barang lainnya, seperti pasta, dan menjualnya kembali ke negara-negara tetangga.

"Itu juga dapat mengimpor barang-barang yang diproduksi di Rusia yang dipesan oleh pengecer India," lapor TASS.

Sumber tersebut juga mengatakan kepada bahwa pada tahun keuangan 2017-2018, volume keseluruhan gandum yang diimpor oleh India bernilai 364,5 juta dolar AS. Dengan rincian Rusia 86,87 juta dolar AS, sementara Ukraina dan Australia menyumbang masing-masing 148,93 juta dan 125,63 juta dolar AS.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya