Berita

Ketua Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) Prof. Dr. Din Syamsuddin/Net

Politik

Seorang Perempuan Bercadar Terobos Istana, Begini Kata Din Syamsuddin

RABU, 26 OKTOBER 2022 | 14:40 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ketua Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) Prof. Dr. Din Syamsuddin terpaksa harus buka suara menanggapi peristiwa seorang wanita bercadar berusaha menerobos Istana Negara dan mengacungkan pistol kepada petugas dan Anggota Paspampres pada Selasa kemarin (25/10).

Pasalnya, Din Syamsuddin menilai bahwa pemberitaan tentang peristiwa itu bernada stigmatisasi terhadap Islam.

“Saya terpaksa ikut nimbrung menanggapi peristiwa seorang wanita bercadar masuk ke halaman istana dan mengacungkan pistol kepada petugas karena berita tentang peristiwa itu bernada stigmatisasi terhadap Islam,” ujar Din Syamsuddin dalam keterangannya yang diterima redaksi, beberapa saat lalu, Rabu (26/10).


Mantan Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini menuturkan, sebenarnya sejak ada pernyataan Istana dalam hal ini melalui Kantor Staf Kepresidenan (KSP) bahwa jelang 2024 radikalisme keagamaan meningkat, ia menduga akan ada peristiwa “percontohan” sebagaimana pernah terjadi di masa-masa lalu.

Diketahui, sekitar enam hari lalu, tepatnya pada Kamis 20 Oktober 2022, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan, ada kecenderungan bahwa radikalisme akan meningkat saat tahun politik, pada 2023 dan 2024. Ia menyebut, kondisi tersebut harus diwaspadai, apalagi jelang Pemilu.

"Situasi internal kita juga perlu aware. Dinamika politik dan potensi radikalisme akibat politik identitas. Survei Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) pada 2020, potensi radikalisme 14 persen," ujar Moeldoko di Bina Graha, Jakarta, Kamis lalu (20/10).

Atas dasar itu, Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini menilai, pernyataan Istana tersebut ia anggap sebagai self fulfilling prophecy atau perkabaran tentang sesuatu yang bakal terjadi.

“Dan kemudian benar terjadi apa yang telah terjadi,” kata Din Syamsuddin.

Menurut Din Syamsuddin, sangat gampang untuk menyimpulkan apa yang sesungguhnya terjadi dalam hal ini peristiwa wanita bercadar menerobos ring-satu pengamanan Istana Presiden. Selain mengamati cara menangani kejadian dan pernyataan pertama yang mengemuka, juga perlakukan saja pelaku sebagai pelanggar hukum

“Kita menunggu apakah pelakunya diajukan ke meja pengadilan, atau sebagaimana sering terjadi dia dianggap sebagai orang gila,” tuturnya.

“Agar kita tidak ikut gila, maka saya anjurkan kepada masyarakat, khususnya umat Islam agar tidak perlu menanggapi peristiwa tersebut. Cukup mengikutinya dengan tersenyum, sambil menanti lakon-lakon berikutnya,” demikian Din Syamsuddin.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya