Berita

Irjen Pol Teddy Minahasa/Net

Politik

Didi Irawadi: Jika Terbukti Bersalah, Teddy Minahasa Pantas Diberi Hukuman yang Paling Berat!

SELASA, 25 OKTOBER 2022 | 08:34 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Jika terbukti sebagai pelaku kejahatan kasus narkoba, maka tidak ada alasan sedikit pun bagi diri Irjen Pol Teddy Minahasa untuk dihukum ringan. Pasalnya perbuatan tersebut telah mempermalukan harkat dan martabat kepolisian.

Anggota DPR Fraksi Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin mengatakan, dirinya sering mendengar kisah pilu sebuah keluarga yang hancur lebur karena salah satu anak dalam keluarga menjadi pemakai narkoba.

Didi menilai, rusaknya mental penggunaan narkoba hingga risiko kematian menjadi kenyataan yang sudah sering didengar. Di samping dapat memicu tindakan kriminal lainnya seperti pencurian, penganiayaan, hingga pembunuhan.


"Banyak sekali kisah sedih dan pilu, berujung kehancuran sebuah keluarga dampak bahaya narkoba tersebut," ujar Didi dalam keterangannya yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Selasa pagi (25/10).

Dalam kisah pilu yang lain, kata Didi, tidak jarang pula anggota keluarga wanita, bisa si anak, bisa si ibu tiba-tiba melacurkan dirinya demi kebutuhan akan barang haram narkoba tersebut. Kehormatan diri dan keluarga hancur lebur karena barang haram ini.

"Melihat kenyataan-kenyataan di atas masihkah kita memberikan toleransi pada pelaku kejahatan narkoba? Utamanya para bandar, apalagi jika dia seorang petinggi polisi yang berkhianat pada sumpah jabatannya. Di mana malah tega merusak anak bangsa dengan menjual barang bukti yang ada," jelas Didi.

Menurut Didi, polisi, jaksa, hakim, dan pengacara harus bersama-sama mempunyai komitmen kuat dalam menegakkan hukum, dan mengingat bahwa narkoba merupakan kejahatan yang luar biasa.

"Siapapun silakan bela hak hukumnya Teddy Minahasa, tetapi bukan membela kejahatannya," tegasnya.

Didi pun berharap, para penegak hukum dapat menjaga moral dan marwah dalam kasus narkoba yang menjerat Irjen Teddy. Sebab sudah banyak cerita segala cara akan digunakan oleh pelaku pidana narkoba tingkat tinggi, agar bisa lepas dari ancaman jeratan hukum, apalagi ancaman pidana mati telah menanti.

"Mari masyarakat dan civil society ikut mengawal kasus ini, berikan tekanan agar hukum dan moral dijaga benar-benar marwahnya," ajak Didi.

Selain itu, menurut Didi, kejahatan narkotika merupakan salah satu jenis kejahatan luar biasa dan kejahatan terorganisir lintas negara/internasional, sehingga dapat menjadi ancaman serius karena dapat merusak kehidupan suatu bangsa.

Ancaman bahaya narkotika di Indonesia meliputi beberapa hal, salah satunya adalah daya rusak. Daya rusak akibat dari narkotika lebih serius dibanding korupsi dan terorisme karena dapat merusak otak dan tidak ada jaminan sembuh.

Lebih lanjut, hingga saat ini kata Didi, sudah ditemukan 83 jenis narkotika baru, salah satunya adalah New Psychoactive Substances (NPS).

Bahkan, data jumlah penduduk pemakai narkoba tahun 2019 berdasarkan penelitian BNN dan Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya, sebanyak 4,5 juta jiwa penduduk Indonesia umur 15 sampai dengan 64 tahun pernah menggunakan narkotika. Bahkan ada yang mensinyalir lebih dari jumlah itu, diyakini antara 5 hingga 6 juta jiwa pemakai narkoba di negeri ini.

"Sungguh jumlah yang sangat fantastis! Jika terbukti saudara Irjen Polisi Teddy Minahasa sebagai pelaku kejahatan besar ini, maka sedikit pun tidak ada alasan dihukum ringan.  Hukuman terberat harus dijatuhkan!" pungkasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Menag Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Peserta Zikir dan Doa Kebangsaan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:09

Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Puluhan Ribu Umat Mulai Padati Kawasan Monas

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:48

Poros Tengah NU: Jalan Pemersatu, Menjaga Marwah, dan Kedaulatan Jam’iyah

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:50

Tim 9 Geledah Rumah Febrie Adriansyah di Kebayoran Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:47

Tak Sekadar Bendungan, Menteri Dody Punya Rencana Matang Tangkal Kekeringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:23

Azis Husaini Resmi Menjadi Nahkoda Baru RMOL.ID, Media Ekonomi dan Politik

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:43

Brigade Pangan KAMMI Bersambut Sambas Dukung PM-AAS

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:29

Warga Kupang: Terima Kasih Pak Jokowi!

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:49

Korupsi Masih jadi Tantangan Terbesar Demokrasi Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:07

Garuda Indonesia Pertahankan Kendali GMF di Tengah Kuasi Reorganisasi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:56

Selengkapnya