Berita

Ketua DPP PDI Perjuangan Ribka Tjiptaning/Net

Politik

Kasus Ginjal Akut Berujung Impor Obat, Ribka Tjiptaning Duga Ada Persaingan Bisnis

SENIN, 24 OKTOBER 2022 | 17:10 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sekitar 141 dari 254 kasus gagal ginjal anak yang dinyatakan meninggal dunia menyisakan pro kontra. Belakangan, pemerintah melarang penjualan obat sirup guna mencegah penyebaran penyakit tersebut.

Menanggapi hal itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Ribka Tjiptaning tidak sependapat dengan pemerintah yang terlalu terburu-buru menyatakan gangguan ginjal akut pada anak disebabkan karena obat sirup.

Berdasarkan pengalaman Ribka yang notabene adalah seorang dokter, obat jenis sirup sudah digunakan dalam pengobatan anak-anak sejak puluhan tahun lalu. Namun, tidak ada efek samping yang memicu gangguan ginjal akut seperti yang belakangan heboh dan membuat panik masyarakat.


"Izin edar kan dikeluarkan BPOM, artinya sudah melewati uji klinis, uji lab, makanya bisa diedarkan. Kalau penyebabnya obat sirup anakku bisa kena dong," kata Ribka Tjiptaning kepada wartawan di Jakarta, Senin (24/10).

Mantan Pimpinan Komisi Kesehatan DPR RI ini juga mempertanyakan keputusan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang belakangan justru mengimpor obat dari Singapura seharga Rp 16 juta per vial untuk mengobati pasien gangguan ginjal akut.

"Kenapa sih harus buru-buru membeli obat dari Singapura yang cukup mahal. Apakah itu bisa dicover BPJS Kesehatan? tu yang perlu dipikirkan," cetus Ribka Tjiptaning.

Atas dasar itu, Ribka Tjiptaning menduga ada persaingan bisnis di tengah kasus gangguan ginjal akut. Sebab, Kemenkes terkesan terburu-buru mengimpor obat dari Singapura.

"Udah lah, ini kan persaingan dagang. kayaknya pengin banget buru-buru impor obat. Kalau memang alasan bisnis, bilang saja alasan bisnis, tapi jangan dibikin alasan yang lain, orang jadi panik," katanya.

Lebih lanjut, Ribka Tjiptaning berpesan kepada Menkes Budi untuk kembali kepada ajaran Trisakti Bung Karno, yaitu berdaulat dalam bidang politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

"Manfaatkan obat dari dalam negeri karena bahan bakunya Indonesia punya. Jangan selalu melirik ke barat. Jalankan Trisakti Bung Karno, berdaulat di bidang politik, dalam arti politik kesehatan supaya kita bisa berdikari," demikian Ribka Tjiptaning.

Kementerian Kesehatan berencana mendistribusikan obat penawar gangguan ginjal akut seharga Rp 16 juta bernama Fomepizole. Pendistribusian akan dilakukan kepada sejumlah rumah sakit di Indonesia.

Kemenkes mengatakan bahwa obat yang diimpor dari Singapura itu akan difokuskan kepada rumah sakit yang memiliki pasien gangguan ginjal akut misterius.

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Modal Asing Keluar Rp7,71 Triliun, BI Catat Tekanan di SBN pada Pertengahan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 08:05

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Enam Pekan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:56

Kejauhan Mengaitkan Isu Ijazah Jokowi dengan SBY–AHY

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:48

RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menyandera Lawan Politik

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:40

Jenazah 32 Tentara Kuba Korban Serangan AS di Venezuela Dipulangkan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:33

Bursa Eropa: Efek Demam AI Sektor Teknologi Capai Level Tertinggi

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:16

Emas Tak Lagi Memanas, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Sikap Moderat Trump

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:06

Wajah Ideal Desa 2045

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:50

TPU Tegal Alur Tak Tersangkut Lahan Bersengketa

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:23

Kemenkes Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Robotik Medis

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:04

Selengkapnya