Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Zelensky Memasukkan Lebih dari 3.000 Personil dan Entitas Rusia dalam Daftar Hitam

JUMAT, 21 OKTOBER 2022 | 11:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

  Ukraina kembali memasukkan ribuan orang Rusia dalam daftar hitam. Situs resmi kepresidenan Ukraina pada Kamis (20/10) menyatakan, setidaknya ada 2.251 personel Rusia yang terkena sanksi, termasuk oligarki dan kerabat Presiden Vladimir Putin.

Keputusan memperkenalkan sanksi terhadap oligarki top Rusia sesuai dengan keputusan Presiden Volodymyr Zelensky berdasarkan Dekrit No. 727/2022

Mereka yang ada di dalam daftar adalah Leonid Mikhelson, Arkady Rotenberg, Mikhail Prokhorov, Roman Abramovich, Vladimir Lisin, Evgeny Kaspersky dan lainnya.


Zelensky juga menandatangani Dekrit No. 726/2022 yang memberlakukan sanksi terhadap politisi, tokoh masyarakat, dan personel militer. Dalam daftar itu termasuk putri Putin, Katerina Tikhonova. Dekrit yang sama memperkenalkan sanksi terhadap beberapa perusahaan Rusia.

"Sanksi tersebut diberlakukan terhadap individu dan perusahaan Rusia yang signifikan yang tidak memiliki keberanian untuk berbicara membela kemanusiaan dan hukum internasional, atau yang dalam satu atau lain cara terlibat dalam langkah-langkah agresif terhadap Ukraina dan komunitas negara-negara demokratis,” isi pernyataan kepresidenan.

Tidak tanggung-tanggung Ukraina juga memberlakukan sanksi terhadap warga negara asing, atau "pengamat internasional", yang berpartisipasi dalam penyelenggaraan referendum palsu di bagian Ukraina yang diduduki Rusia.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya