Berita

Dunia

Memanfaatkan Jutaan Data Biometrik tanpa Persetujuan, Google Digugat Pengadilan Texas

JUMAT, 21 OKTOBER 2022 | 06:09 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Geogle kembali berhadapan dengan hukum. Pengadilan Texas pada Kamis (20/10) mengajukan gugatan terhadap raksasa teknologi itu karena secara ilegal mengumpulkan dan menggunakan data biometrik jutaan orang Texas tanpa mendapatkan persetujuan mereka.

Jaksa Agung Ken Paxton dalam sebuah pernyataan mengatakan, bahwa perusahaan yang beroperasi di Texas itu sejak 2015 mengumpulkan data biometrik dari orang-orang Texas yang tak terhitung banyaknya dan menggunakan wajah dan suara mereka untuk melayani tujuan komersial Google.

"Pengumpulan informasi pribadi warga Texas secara sembarangan, termasuk informasi yang sangat sensitif seperti pengenal biometrik, tidak akan ditoleransi," kata Paxton, seperti dikutip dari Reuters.


Ia menegaskan akan terus melawan Big Tech untuk memastikan privasi dan keamanan semua warga Texas.
Gugatan terbaru ini hanyalah salah satu dari beberapa yang diajukan oleh negara bagian terhadap Google yang diduga melakukan praktik tidak adil terkait privasi.

Paxton sebelumnya mengajukan tuntutan hukum terhadap Google karena melanggar Texas Deceptive Trade Practices - Consumer Protection Act dan secara menipu melacak lokasi pengguna tanpa persetujuan mereka.

Selain Texas, wilayah lain seperti  Indiana, Washington State, dan District of Columbia, telah  menggugat Google pada Januari lalu karena praktik pelacakan lokasi yang menyerang privasi pengguna.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya